Rupiah Anjlok, HIPMI Ingatkan APBN Jangan Sampai Jebol

Ilustrasi rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)
Klik untuk perbesar
Ilustrasi rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang hampir menembus di atas Rp 16 ribu turut meresahkan para pelaku usaha.

Ketua Bidang Ekonomi BPP HIPMI Ajib Hamdani mengatakan, pelemahan nilai rupiah kali ini tidak sekedar sentimen ekonomi, kegiatan ekspor impor ataupun neraca perdagangan Indonesia. "Faktor lain yang memperburuk adalah faktor psikologis masyarakat atas isu corona ini," kata Ajib di Jakarta, Jumat (20/3).

Berita Terkait : Rupiah Lanjutkan Penguatan

Menurut dia, pemerintah memegang peran sentral, agar masyarakat confident dengan pemerintah dan perekonomian tetap berjalan dengan baik. Ia juga mengingatkan, jangan sampai APBN jebol, lantaran asumsi yang dipakai dalam penyusunan APBN 2020 ini nilai tukar rupiah di angka Rp 14.400.

"Dengan pelemahan rupiah ini,  otomatis utang APBN yang dalam bentuk dolar akan mengalami apresiasi," imbuhnya.

Berita Terkait : Menguat 0,45 Persen, Rupiah Mulai Bangkit

Senada, Ketua Bidang Perindustrian, Perdagangan dan ESDM BPP HIPMI Rama Datau menambahkan, kondisi pelemahan rupiah ini akan menimbulkan inflasi di sektor-sektor yang terkait dengan barang-barang impor. 

"Kalau jangka pendek sih yang harus di jaga harga kebutuhan bahan pokok agar bisa dijaga tidak naik tinggi. Apalagi banyak bahan makanan yang masih impor," imbuhnya.

Berita Terkait : Corona Bikin Industri Keuangan Dunia Ketar-ketir

Seperti kondisi sekarang, lanjut Rama, kemampuan keuangan masyarakat pasti akan cukup ketat dengan melemahnya bisnis dan perekonomian nasional. "Pemerintah harus hadir. Pengusaha harus jeli melihat peluang sektor-sektor yang orientasi ekspor dan substitusi impor," katanya.

Rama bilang, untuk saat ini, dampaknya ke harga-harga barang akan naik apalagi yg memang barang impor. Sementara efeknya ke perusahaan-perusahaan sudah tidak bisa dihindari. "Pasti rugi besar, kami berharap corona ini cepat tuntas dan ditangani secara profesional oleh pemerintah," harapnya. [DWI]