Jokowi Longgarin Kredit Motor, Ojol Happy

Ilustrasi ojek online. (Foto: net)
Klik untuk perbesar
Ilustrasi ojek online. (Foto: net)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Driver ojek online alias ojol senang dengan keputusan Presiden Jokowi yang longgarin kredit motor selama setahun. Sebab, pasca corona mewabah pendapatan mereka berkurang.

Nasib ojol maupun taksi online akibat wabah corona ini memang mengkhawatirkan. Banyaknya kantor maupun instansi yang menerapkan Work From Home membuat orderan sepi. Kini mereka hanya mengandalkan pesan antar barang dan pembelian makanan saja.

Berita Terkait : Jokowi Minta Bansos Corona Tepat Sasaran

Ketua Presidium Asosiasi Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono mengungkapkan, pendapatan harian menjadi anjlok akibat corona. "Selama kebijakan social distancing dan work from home diberlakukan, pendapatan driver rontok hingga 70 persen. Normalnya bisa dapat Rp 200 ribu per hari, sekarang hanya Rp 60.000," ungkapnya.

Igun mengaku, sudah mengajukan surat tertulis kepada pemerintah dan juga kepada aplikator dalam memberikan keringan berupa pemundaan pembiayaan cicilan hingga menghapus sementara presentase biaya yang harus dibayarkan kepada aplikator.

Berita Terkait : Jokowi Tak Manjain Koruptor

Ketua Umum Asosiasi Driver Online (ADO), Wiwit Sudarsono mengatakan, pendapatan taksi online turun drastis karena aktivitas perkantoran tak begitu ramai seperti hari biasanya. "Pendapatan kami bisa turun sampai 80 persen," katanya.

Menurut Wiwit, taksi online bisa dibilang lebih terpukul dibanding ojol. Karena, ojol saat orderan penumpang sepi bisa beralih melayani antar makanan maupun barang. Sementara taksi online tidak ada layanan lain di luar tumpangan orang.

Berita Terkait : Presiden Minta Pemda Segera Realokasi Anggaran Buat Bansos

Sebelumnya, Presiden Jokowi menjanjikan keringanan dalam pembayaran angsuran kredit motor selama setahun. Tak hanya ojol tapi juga bagi sopir taksi dan nelayan. Hal ini dilakukan untuk meringankan beban dampak dari wabah virus corona.

"Tukang gojek, sopir taksi yang sedang memiliki kredit motor atau kredit mobil, atau nelayan yang sedang memiliki kredit perahu, saya kira ini perlu disampaikan mereka tak perlu khawatir, pembayaran angsuran akan diberi kelonggaran 1 tahun," katanya dalam rapat terbatas melalui video conference di Jakarta, Selasa (24/3). [KPJ]