Saran Guru Besar UGM: Tak Usah Impor Pangan, Utamakan Saja Hasil Produksi Petani

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat memantau harga beras di Pasar Induk Beras Cipinang, belum lama ini. (Foto: Humas Kementan)
Klik untuk perbesar
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat memantau harga beras di Pasar Induk Beras Cipinang, belum lama ini. (Foto: Humas Kementan)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Wabah virus Covid-19 yang makin meluas ke seluruh negara di dunia melahirkan berbagai persoalan. Segala kebijakan pun diterapkan oleh setiap negara untuk melawan laju pandemi Covid-19.

Salah satu yang menjadi sorotan masalah adalah ketersediaan pangan untuk masyarakat yang harus mencukupi. Guru Besar Ilmu Pertanian UGM, Prof Masyhuri, menyarankan, untuk memenuhi kebutuhan itu, Pemerintah mengutamakan hasil produksi petani 

Berita Terkait : Jokowi Minta Pertanian Terus Berproduksi

"Bukannya anti-impor. Tapi begini, bila memang ketersediaan pangan domestik katanya cukup (selama masa krisis pandemi Covid-19) itu dulu yang diutamakan. Jangan produk pertaniannya masih ada tapi impor," ujar, Masyhuri, Rabu (25/3/2020).

Menurut Masyhuri, mengandalkan kemampuan pertanian dalam negeri dan dukungan stimulus kepada petani dapat dijadikan salah satu topangan pertahanan Indonesia dalam kondisi krisis. "Kita bisa juga ciptakan substitusi impor asal pembangunan pertanian di desa diperkuat. Konsisten membangun pertanian bakal memperkuat ekonomi nasional," kata Masyhuri.

Berita Terkait : HKTI Minta Bulog Bersiap Serap Hasil Panen Raya Petani

Masyhuri menuturkan, dengan jaminan ketersediaan pangan cukup baik dari pemerintah Indonesia saat krisis wabah virus Covid-19, bakal membawa kemandirian dari ketergantungan impor dari negara lain. 

Guna memastikan stabilitas stok serta harga pangan, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menggandeng para pelaku produsen dan pemasok, Jumat pekan lalu. Syahrul bersama produsen dan pemasok melakukan kesepakatan pemenuhan 11 komoditas pangan pokok yakni, beras, jagung, daging ayam, daging sapi, telur, minyak goreng, gula pasir, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih. [KAL]