Ada corona, Penonton TV Melonjak 50 Persen

Ketua KPI Agung Suprio. (Foto: net)
Klik untuk perbesar
Ketua KPI Agung Suprio. (Foto: net)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat mencatat terjadi lonjakan penonton TV hingga 50 persen sejak mewabahnya virus corona. Mayoritas penonton memantau perkembangan corona.

Ketua KPI Pusat, Agung Suprio mengatakan, di tengah kondisi darurat corona televisi menjadi salah satu sumber informasi terdepan dan terpercaya. "Itu karena televisi tidak menayangkan hoax, selalu check recheck apalagi diawasi KPI," kata Agung di Jakarta, seperti ditulis Kamis (26/3).

Berita Terkait : Di Tengah Wabah Corona, PGN Tetap Layani Pelanggan Jargas

Senada dengan Agung, Komisioner KPI Pusat Yuliandre Darwis mengatakan, kondisi ini menunjukkan publik percaya terhadap media mainstream. Menurut dia, banyaknya hoax dari media sosial menjadikan publik memilih media televisi sebagai tontonan utama.

"Fungsi media televisi to inform, to educate dan to entertain saat ini berjalan dan sangat dipercaya masyarakat. Jadi, bukan percaya informasi media baru (media sosial) yang banyak hoax," tuturnya.

Berita Terkait : Diduga Terpapar Corona, Tiga Dokter Meninggal Dunia

Yuliandre mengatakan, jumlah penonton TV akan terus meningkat karena anak-anak, remaja, masyarakat banyak yang tinggal di rumah, termasuk pekerja yang kerja dari rumah (work from home/WFH).

Ketua Umum Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Syafril Nasution mengatakan, TV sebagai media memiliki fungsi sebagai sarana informasi, hiburan, dan edukasi. "Guna memperoleh informasi, edukasi dan menghilangkan kejenuhan, maka televisi sebagai sarana hiburan dan informasi banyak ditonton masyarakat," tutur Syafril.

Berita Terkait : Perangi Corona, Kadin dan Tzu Chi Galang Dana Rp 500 Miliar

Hal tersebut sejalan dengan kebijakan social distancing yang mendorong masyarakat untuk banyak berdiam diri di rumah dan menghindari keramaian serta kebijakan kerja dari rumah (work from home/ WFH). ATVSI terus mengimbau Lembaga Penyiaran Swasta untuk memberikan informasi terbaik kepada masyarakat mengenai apa yang harus dilakukan masyarakat dan apa yang harus dihindari dalam menghadapi virus corona ini. [DIT]