Kurangi Dampak Pandemi Covid-19, BI Relaksasi Kewajiban Pelaporan dan Pengenaan Sanksi Terkait DHE

Kurangi Dampak Pandemi Covid-19, BI Relaksasi Kewajiban Pelaporan dan Pengenaan Sanksi Terkait DHE
Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) memberikan relaksasi kepada bank umum dan seluruh pihak yang memiliki kewajiban pelaporan kepada Bank Indonesia, serta eksportir Non Sumber Daya Alam (Non SDA) yang belum memenuhi ketentuan terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE) Non SDA.

Relaksasi tersebut berupa perpanjangan batas waktu pelaporan, dan pembebasan sanksi kewajiban membayar atas keterlambatan terhadap pelaporan tertentu.

Berita Terkait : Pandemi Covid-19, Raja Thailand Isolasi Diri dengan 20 Selir di Hotel Jerman

Relaksasi terhadap eksportir Non SDA yang belum memenuhi ketentuan penundaan pengenaan Sanksi Penangguhan Ekspor (SPE), diberikan hingga akhir September 2020.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan, kebijakan tersebut ditujukan untuk memitigasi dan mengurangi dampak Covid-19 terhadap perekonomian nasional.

Berita Terkait : Dampak Covid-19, Industri Penerbangan Terancam Bangkrut

"Pemberian relaksasi ini bertujuan untuk memitigasi dan mengurangi dampak pandemi Covid-19 terhadap aktivitas perbankan dan dunia usaha, serta kondisi perekonomian," ujar Onny dalam keterangan resminya, Selasa (31/3).

Relaksasi batas waktu pelaporan dan pembebasan sanksi kewajiban membayar atas keterlambatan terhadap pelaporan tertentu, serta penundaan pengenaan SPE, berlaku sejak 31 Maret 2020 hingga batas waktu yang ditetapkan kemudian.

Berita Terkait : Agar Dunia Usaha Tak Lesu Akibat Covid-19, Pemda Diimbau Lakukan Relaksasi Pajak

"Bank Indonesia terus berkoordinasi dengan Pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan otoritas terkait lainnya guna menempuh langkah-langkah kebijakan yang diperlukan. Kami pun memastikan kepatuhan terhadap ketentuan, dengan tetap memitigasi risiko terhadap perekonomian nasional," pungkas Onny. [HES]