AP II Operasikan 3 Bandara Lagi, Pemerintah Hemat APBN

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II Muhammad Awaluddin (kiri) meninjau Bandara HAS Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, Belitung. Bersama dua bandara lainnya, yakni Bandara Radin Inten Bandarlampung dan Bandara Fatmawati Bengkulu,  Bandara HAS Hanandjoeddin akan dioperasikan oleh AP II pada April atau Mei mendatang. (Foto: Dok. AP II)
Klik untuk perbesar
Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II Muhammad Awaluddin (kiri) meninjau Bandara HAS Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, Belitung. Bersama dua bandara lainnya, yakni Bandara Radin Inten Bandarlampung dan Bandara Fatmawati Bengkulu, Bandara HAS Hanandjoeddin akan dioperasikan oleh AP II pada April atau Mei mendatang. (Foto: Dok. AP II)

RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II akan segera menambah jumlah bandara yang dioperasikan. Pada April atau Mei mendatang, AP II akan resmi mengoperasikan Bandara HAS Hanandjoeddin di Tanjung Pandan, Radin Inten II di Lampung, dan Fatmawati Soekarno di Bengkulu.

Ketiga bandara itu diserahkan pengelolaannya oleh Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan ke AP II, melalui pola Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Aset Barang Milik Negara selama 30 tahun.

Berita Terkait : Penumpang Check in dan Boarding di Bandara Banyuwangi, Kini Pakai Teknologi Canggih Facial Recognition

Dengan tambahan 3 bandara ini, AP II dipastikan akan mengoperasikan total 19 bandara, yang ada di wilayah Indonesia Bagian Barat.

Presiden Direktur AP II, Muhammad Awaluddin, mengatakan pola kerja sama tersebut akan menghemat APBN. Sebab, pendanaan investasi, pengembangan, dan pengoperasian bandara akan bersumber dari kas internal AP II.

Berita Terkait : Siapkan Era Airport 4.0, Angkasa Pura II Libatkan Dunia Akademis

"Capital expenditure dan operational expenditure ketiga bandara itu akan berasal dari AP II, sehingga pemerintah mempunyai pilihan untuk menggunakan APBN, guna membangun infrastruktur lainnya. Kami sangat menyambut baik kerja sama dengan pola KSP ini. Karena dapat mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia, demi kepentingan masyarakat," papar Awaluddin.
 Selanjutnya