Kemenperin Pantau Aktivitas Industri Hadapi Corona

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) didampingi Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian, Muhammad Khayam (kiri) melakukan konferensi video dengan sejumlah pengusaha sektor IKFT di Jakarta, Rabu (1/4). (Foto: ist)
Klik untuk perbesar
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) didampingi Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian, Muhammad Khayam (kiri) melakukan konferensi video dengan sejumlah pengusaha sektor IKFT di Jakarta, Rabu (1/4). (Foto: ist)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memantau perkembangan aktivitas industri berbagai sektor di dalam negeri terkait dampak corona. Pemerintah juga mengeluarkan kebijakan strategis untuk percepatan penanganan wabah corona dan menjaga jalannya dunia usaha di Tanah Air. 

“Pemerintah sangat serius dalam menangani Covid-19 ini, termasuk agar industri kita tidak terpuruk. Jadi, penciptaan iklim usaha yang kondusif juga diprioritaskan. Namun, hal itu perlu dukungan semua stakeholder,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Kamis (2/4). 

Pekan ini, Agus aktif menggelar rapat jarak jauh dengan sejumlah pelaku industri untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi saat ini. Kemarin, Rabu (3/4), Menperin melakukan konferensi video dengan pelaku industri kimia, farmasi, dan tekstil (IKFT). Hari sebelumnya dengan para pelaku industri makanan dan minuman.

Berita Terkait : Industri Transportasi Dikepung 3 Masalah

Pada kesempatan tersebut, Agus menjelaskan, pandemi corona membawa dampak terhadap outlook perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Namun demikian, pengalaman yang dialami oleh China bisa menjadi pembelajaran. Apalagi, saat ini, geliat sektor manufaktur di Negeri Tirai Bambu mulai kembali bangkit.

“China mampu meng-create kesempatan dalam krisis seperti ini. Sebab, jika ekonomi China membaik, akan berpengaruh juga. Maka itu, kita harus bisa menciptakan peluang baru dalam menghadapi kesulitan ini,” paparnya.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Jemmy Kartiwa Sastraatmaja mengemukakan, beberapa anggota API di Bandung telah mengembangkan pembuatan alat pelindung diri (APD). Berikutnya, Presiden Direktur PT Sri Rejeki Isman Tbk. (Sritex), Iwan Setiawan Lukminto menyampaikan, pabriknya sedang mengoptimalkan produksi APD untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang semakin meningkat. “Untuk bahan baku tidak masalah, karena kami bikin sendiri. Kami juga akan memproduksi yang medical grade, dan kami sudah distribusikan 35 juta masker bulan ini,” ungkapnya. 

Berita Terkait : Rekrut Siswa Vokasi Industri, Kemenperin Luncurkan Jarvis

Wakil Direktur Utama Pan Brothers, Anne Patricia Sutanto menuturkan, siap membantu pemerintah dalam upaya menangani pandemi corona. “Kami menerapkan protokol kesehatan dalam proses produksi di pabrik. Selain itu, overtime dihindari agar stamina bisa terjaga, dan jam kerja dibatasi menjadi delapan jam,” paparnya. 

Direktur Utama Kimia Farma, Verdi Budidarmo mengatakan, punya pabrik di Cikarang yang sudah mengembangkan bahan baku obat untuk penanganan corona. “Kami sudah transfer teknologi, termasuk juga untuk produksi finished product. Kurang lebih saat ini cukup untuk enam bulan. Permintaan tertinggi sekarang adalah chloroquine,” terangnya. 

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik (Inaplas) Fajar Budiyono menyatakan, bahwa industri petrokimia nasional siap memenuhi kebutuhan bahan baku produksi APD dan masker. “Industri hulu, khususnya petrokimia, dapat memasok bahan baku untuk produksi lebih dari 10 juta unit APD,” ujarnya. 

Berita Terkait : Positif Corona, Twindy Didoain Ridwan Kamil Cepat Sembuh

Dirjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kemenperin, Muhammad Khayam menjelaskan, Kemenperin akan terus memantau perkembangan di lapangan serta aktif berkoordinasi dengan para pelaku industri. “Saat ini, kami lebih sering melakukan diskusi untuk memantau perkembangan dan permasalahan yang dihadapi industri. Bapak Menteri telah menyampaikan, masukan dan keluhan yang disampaikan pelaku industri akan segera ditindaklanjuti,” paparnya. [DIT]