Erick Sudah Bicara ke DPR

Kalau Dolar Tembus 20 Ribu, Apa Ekonomi Lampu Merah?

Erick Thohir (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Erick Thohir (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ancaman virus Corona bagi ekonomi Tanah Air begitu menyeramkan. Skenario sangat beratnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bisa menembus Rp 20 ribu. Inflasi akan melonjak ke angka 5 persen. Kalau sudah begini, apa ekonomi lampu merah? 

Kemungkinan anjloknya nilai rupiah hingga Rp 20 ribu dibeberin sendiri oleh Menteri BUMN Erick Thohir saat rapat kerja secara virtual dengan Komisi VI DPR, Jumat (3/4) lalu. Erick dapat data itu dari Kementerian Koordinator bidang Perekonomian dan Kementerian Keuangan. 

Berita Terkait : Menteri Erick Laporkan Kondisi Ekonomi Ke DPR

Kata dia, hanya punya dua skenario pilihan terkait dampak corona bagi ekonomi: berat dan sangat berat. Dalam skenario berat, nilai tukar rupiah bisa melemah hingga 17.500. Sementara di skenario sangat berat, rupiah bisa tak berdaya di level 20.000 per dolar AS. “Inflasi 3,9 persen itu yang skenario berat. Yang sangat beratnya bisa tembus 5,1 persen,” kata Erick. 

Untuk pertumbuhan ekonomi saja, pemerintah mulai realistis. Di awal tahun, pemerintah pede ekonomi tahun ini tumbuh 5,3 persen. Saat ini, target pertumbuhan ekonomi hanya di kisaran 2,3 persen. Skenario sangat beratnya, perekonomian Indonesia bisa nyungsep di level -0,4 persen. 

Berita Terkait : Trump Sudah Jalani Tes Kedua Corona, Hasilnya Negatif Lagi

Bagi BUMN, Erick pesimis bila nanti perusahaan pelat merah bisa meraih penuh deviden. Mungkin hanya sekitar 50 persen dari target. “Kondisi hari ini, untuk dividen 2020 kemungkinan kami meleset. Pada 2021 pastinya jauh sekali karena sudah terlihat dampaknya di banyak BUMN,” katanya. 

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Mohammad Faisal mengingatkan, jika pemerintah tidak segera menangani pandemi ini, akan berbahaya bagi perekonomian. “Saat ini belum lampu merah. Tapi kalau wabah Covid-19 tidak ditangani dengan sangat segera dan serius, bisa jadi mengarah ke sana,” ujarnya, kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Berita Terkait : 1998 KrisMon, 2020 KrisCon

Kata Faisal, jika nilai tukar rupiah tembus Rp 17 ribu saja, banyak pihak yang bakal terpukul. Apalagi, jika benar nantinya rupiah anjlok hingga ke angka Rp 20 ribu per dolar AS. Kalangan pelaku usaha yang mengandalkan bahan baku dari luar negeri, bakal menjerit. Sebab, ongkos produksi bakal melonjak. Bagi masyarakat, kondisi itu membuat kenaikan harga barang (inflasi) yang luar biasa. Khususnya bagi bahan pangan yang diimpor dari negara lain. 
 Selanjutnya