Di Tengah Serangan Corona

Rakyat Teriak Ke Pemerintah Sembako Mahal Dan Langka

Harga pangan jelang Ramadan mulai mahal dan langka.
Klik untuk perbesar
Harga pangan jelang Ramadan mulai mahal dan langka.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Serangan Covid-19, atau virus corona benar-benar dirasakan pahitnya oleh rakyat kecil. 

Selain penghasilan yang berkurang bahkan tidak ada, rakyat mengeluhkan mahal dan langkanya harga sembako. Mereka meminta pemerintah segera bergerak cepat.

Di lapangan, banyak masyarakat yang mengeluhkan kenaikan harga pangan. Mereka juga kesulitan mendapatkan beberapa komoditas pangan satu pekan jelang Ramadan. 

Padahal, Presiden Jokowi sudah mengingatkan jangan ada lonjakan harga pangan selama bulan puasa. Seperti dikeluhkan, Mayarni (37), warga Pondok Kopi, Jakarta Timur. 

Harga bawang merah masih tinggi, yakni mencapai Rp 45-50 ribu per kilogram (kg), dibandingkan harga normal di Rp 30 ribuan per kg. 

“Bawang merah sangat tinggi Rp 45 ribu per kg. Masuk Ramadan biasanya akan makin melonjak,” kata Mayarni kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Sementara di Bekasi, Jawa Barat, selain bawang merah, harga bawang bombay juga masih tinggi di angka Rp 90 ribu per kg. Di saat normal, bawang yang diimpor dari China ini hanya Rp 40 ribu per kg. 

“Bawang bombay masih tinggi Rp 90-100 ribu per kg. Sementara, untuk gula selain langka, harganya juga tinggi Rp 18-19 ribu per kg. Menteri jangan cuma bisa bilang jamin harga tidak naik, tapi kenyataannya begini,” ujar Titi, warga Margamulya, Bekasi Utara. 

Berita Terkait : Jokowi Janjikan Pangan Murah

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Abdullah Mansuri mengatakan, harga bawang merah memang naik tinggi jelang Ramadan. Dari harga normal Rp 30 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp 53 ribu per kg. 

“Sebelumnya harga bawang merah di rentang Rp 30 ribu per kg. Per hari ini, harga di pasar tradisional ada yang mencapai Rp 52 ribu per kg,” kata Mansuri kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Dilanjutkannya, kenaikan harga bawang merah yang cukup tinggi ini dikarenakan, mulai berkurangnya pasokan sejak akhir pekan lalu. 

“Kita lihat pemerintah kurang tanggap dengan kondisi stok pangan jelang Ramadan. Khususnya dalam pemetaan wilayah penghasil bawang merah dan pemetaan distribusi bawang berdasarkan tingkat konsumsi masyarakat,” kata Mansuri. 

Sebelumnya, Mansuri sudah menyarankan pemerintah agar memperhatikan beberapa jenis pangan yang berpotensi mengalami kenaikan harga jelang Ramadan. 

Empat jenis bahan pangan yang disoroti oleh pedagang pasar di antaranya, gula pasir, cabai rawit merah, bawang putih dan bawang merah. 

Ia menyebut, sampai saat ini ketersediaan komoditas gula juga masih menjadi permasalahan yang cukup kompleks. 

Dikatakannya, dalam sejarah baru kali ini gula mengalami kenaikan hingga Rp 18.100 sampai Rp 18.200 per kg. 

Berita Terkait : Di Tengah Wabah Covid 19, Produk Pertanian Laku Keras

Jauh dari harga normal yang ditetapkan pemerintah, maksimal Rp 12 ribu per kg. 

Oleh karenanya, kata dia, Ikappi mendorong pemerintah untuk segera melakukan upaya tindak lanjut agar harga komoditas ini tidak terus naik. 

Terlebih bahan pangan tersebut menjadi komoditas yang banyak dicari menjelang Ramadan. 

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania mengatakan, pemerintah pusat dan daerah harus memperkuat sinergi untuk penyediaan bahan pokok. 

Termasuk beras bagi masyarakat yang wilayahnya melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). 

“(Pemerintah) Pusat diharapkan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah lewat satgas pangan pusat dan daerah dalam menyediakan izin yang dapat digunakan bagi para distributor pangan dan para pedagangpedagang kecil ketika melakukan distribusi pangan lintas wilayah,” kata Galuh dalam keterangan resmi CIPS, kemarin. 

Dia menambahkan, pemerintah juga wajib memastikan jalur distribusi tetap berjalan normal. 

“Salah satunya, akses pelabuhan harus dipastikan beroperasi normal untuk pengiriman pangan lintas pulau,” ujarnya. 

Baca Juga : Bersahabat Dengan Bala`(1)

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto memastikan berbagai kebutuhan bahan pokok, selama wabah Covid-19, juga memasuki bulan puasa dan Idul Fitri akan terjamin. 

Berbagai langkah sudah dilakukan, antara lain bersinergi dengan Satgas Pangan BUMN, dan industri. 

“Pemerintah terus melakukan stabilisasi harga dan memastikan berbagai kebutuhan bahan pokok terjamin di pasar. Kita juga mendorong industri untuk mempercepat produksi gula konsumsi di mana kebutuhan terus naik,” ujar Agus. 

Pemerintah juga meminta pedagang tradisional maupun retail modern mematuhi ketetapan pemerintah. 

“Kita minta pedagang tidak mencoba mempermainkan harga sehingga menyulitkan masyarakat,” tegas Agus. [NOV]