Ditutup Rp 15.400, Perry: Rupiah Cenderung Stabil Dan Menguat

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. (Foto: ist)
Klik untuk perbesar
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. (Foto: ist)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Rupiah hari ini ditutup Rp 15.400 per dolar AS. Rupiah berhasil menguat setelah seharian melemah pada level sekitar Rp 15.550 per dolar AS.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut, rupiah akan selalu dipengaruhi oleh faktor fundamental dan teknikal. Fundamental berupa tren pasar, sementara secara teknikal rupiah membuat naik turun hari ke hari.

Berita Terkait : Di Tengah Covid-19, Kinerja BRI Makin Moncer

“Secara tren, rupiah itu stabil dan cenderung menguat, memang kalau hari per hari, naik turun sesuatu pengaruh teknikal. Tapi secara fundamental rupiah undervalued karena inflasi rendah, Current Account Deficit (CAD) lebih rendah dari 2 persen dari Product Domestic Bruto (PDB),” jelasnya dalam paparan perkembangan ekonomi terkini secara live streaming di Jakarta, Rabu (22/4).

Perry melanjutkan, secara fundamental CAD ini terkendali dari 2,5-3 persen. Di triwulan I-2020, CAD berada di bawah 1,5 persen PDB, secara keseluruhan mencapai 2 persen dari PDB ini membawa penguatan bagi rupiah. Termasuk faktor pengatur kebijakan dari pemerintah maupun BI, termasuk portofolio SBN yang akan naik.

Berita Terkait : Sentuh Rp 14.880/Dolar AS, Rupiah Mulai Menguat Pagi Ini

“Jangka pendek dipengaruhi faktor teknikal. Alhamdullalh rupiah stabil dan menguat, harga minyak jatuh, perselisihan Arab dan Rusia soal minyak hingga geopolitik soal Korea Utara itu merupakan faktor teknikal yang ikut mempengaruhi pergerakan rupiah,” ujarnya. 

Namun, kata dia, masih ada faktor positif baik global maupun domestik. Dari luar negeri, rencana pembukaan lockdown di AS ikut membawa sentiment positif. Sementara dari dalam negeri, dari sisi penanganan corona seperti pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah dalam mengatasi covid dari sisi Kesehatan turun membawa kabar baik.

Berita Terkait : Rupiah dan Mata Uang Asia Babak-belur Dihantam Covid Gelombang II

“Satgas nasional mencatat, tingkat kenaikan kasus di Indonesia mulai stabil. Ini mendukung faktor positif. Rupiah akan terus membuat ke Rp 15 ribu akhir tahun. BI bukan menargetkan ya, tapi meyakini (rupiah) ke arah sana dengan faktor yang tadi disebutkan,” ucapnya.

Bahkan di pasar saham, IHSG juga sudah tidak selalu mengikuti dengan perkembangan saham di luar negeri. “Dalam dua hari indeks harga saham AS turun tapi kita naik 68 poin di level 4.570. Ini menunjukkan investor domestik melihat perkembangan positif sehingga sentiment global tak selalu diikuti di dalam negeri,” pungkasnya. [DWI]