Lewat Pemetaan Bisnis Yang Transparan

BUMN Farmasi Didesak Berantas Mafia Alkes

Pendistribusian 5.000 pcs alat pelindung diri (APD), masker bedah 10.000 pcs, dan masker N95 2.000 pcs untuk Persatuan Dokter Umum Indonesia, 14 April 2020. (Foto: BNPB)
Klik untuk perbesar
Pendistribusian 5.000 pcs alat pelindung diri (APD), masker bedah 10.000 pcs, dan masker N95 2.000 pcs untuk Persatuan Dokter Umum Indonesia, 14 April 2020. (Foto: BNPB)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Isu soal adanya mafia alat kesehatan (alkes) terus bergulir. Agar mafia di sektor ini bisa diberantas, Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima meminta BUMN farmasi lebih transparan dalam memetakan bisnisnya.

Menurut Aria Bima, pekan lalu pihaknya sudah mengundang perusahaan BUMN farmasi untuk membahas langkah pencegahan mafia alkes.

Kata politikus PDIP ini, dalam situasi sulit begini, biasanya akan ada orang yang memiliki kepedulian tinggi. Tapi, juga tak kalah banyak bermunculan oknum yang mencari untung.

Baca Juga : Berkarya Ingin Jadi Gadis Cantik Yang Dilirik Tokoh

“Kami meminta BUMN farmasi melakukan pemetaan terhadap bisnis obat-obatan dan alat keehatan. Dan dilakukan dalam proses tata kelola yang transparan dan dipertanggungjawabkan. Ini dibutuhkan juga untuk memberantas mafianya,” kata Aria, kemarin.

Dia menegaskan persoalan mafia ini sangat sensitif. Sebab itu, dia mengajak semua pihak lebih serius melakukan pencegahan.

Salah satunya adalah pemetaan bisnis farmasi. Meski banyak modusnya, mafia alkes umumnya identik dengan meraih keuntungan lewat jalur impor barang, khususnya bahan baku.

Baca Juga : AS dan Negara Barat Cabut Dong Sanksi Ke Iran Cs...

“Kami minta perlu mengedepankan terus transparansi. Khususnya dalam pembelian bahan baku. Kami harapkan (BUMN) tidak membelinya melalui broker, tetapi langsung kepada produsen yang di luar negeri. Langsung,” katanya.

Setelah dilakukan pemetaan, maka yang dibutuhkan selanjutnya adalah pengawasan.

Di tahap ini, semua bisa ikut memantau biar transparan. Jika produk sudah sampai ke Tanah Air, legislator PDIP ini minta BUMN memastikan produknya langsung diterima masyarakat.

Baca Juga : Menperin Yakin Ekonomi Bakal Kembali Menguat

“Kami ingin BUMN farmasi memetakan, jangan sampai produk dikuasai oleh satu pihak saja. Misalkan begini, vitamin C diborong oleh mafia. Atau BUMN bikin masker terus diborong oleh mafia. Jangan sampai distribusi susah sampai ke masyarakat,” sentilnya.
 Selanjutnya