RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Taspen (Persero) sudah menerima arahan dari Menteri BUMN, bahwa tidak ada instruksi bagi seluruh pegawai BUMN yang berusia 45 tahun ke bawah, untuk mulai masuk ke kantor pada tanggal 25 Mei 2020.

Informasi yang benar, Menteri BUMN telah meminta setiap BUMN untuk mempersiapkan protokol sesuai bidang usaha masing-masing. Dengan menyesuaikan peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Pemerintah Daerah setempat dan nature of business dari setiap BUMN yang berbeda-beda. Untuk menyambut  The New Normal yang akan terjadi akibat krisis Covid-19 ini.

Baca Juga : GMNI Siap Gugat Undang-Undang Cipta Kerja Ke Mahkamah Konstitusi

Kementerian BUMN akan menyusun kebijakan bagi seluruh BUMN untuk mengantisipasi The New Normal, di mana BUMN sebagai salah satu komponen utama penggerak perekonomian Indonesia harus terus berjalan dengan baik.

"Dalam menyusun kebijakan tersebut, Kementerian BUMN akan mempertimbangkan berbagai masukan skenario dari masing-masing sektor BUMN,  untuk menyusun kebijakan mengantisipasi The New Normal oleh Kementerian BUMN," ujar Direktur Utama PT Taspen (Persero) ANS Kosasih dalam keterangannya, Minggu (17/5).

Baca Juga : Kebutuhannya Naik Terus, Kemenperin Genjot Produksi Garam Industri

Taspen sebagai koordinator untuk klaster sektor Asuransi Sosial, merupakan salah satu pihak yang diminta masukannya terkait hal di atas.

Taspen sejak jauh-jauh hari telah mempersiapkan protokol PSBB, untuk menangkal penyebaran Covid-19 dan membentuk Gugus Tugas terkait hal tersebut.

Baca Juga : Kirgizstan, Negara Pecahan Uni Soviet Yang Kini Kacau

"Karena sifat bisnis Taspen yang harus terus-menerus melakukan dua fungsi utama yaitu pelayanan peserta, baik ASN maupun pensiunan, dan investasi pasar uang dan pasar modal yang harus tetap aktif setiap hari, maka Taspen telah melakukan protokol PSBB," papar Kosasih.
 Selanjutnya