AP II: Jumlah Penumpang Di Soetta Cuma 2,5 Persen Dari Kondisi Normal

Ilustrasi penumpang di Bandara Soetta. (Foto: ist)
Klik untuk perbesar
Ilustrasi penumpang di Bandara Soetta. (Foto: ist)

RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Angkasa Pura II (Persero) mencatat aktivitas penerbangan penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta hingga Jumat (22/5) dalam kategori normal dari rata-rata penerbangan harian pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSSB).

VP Corporate Communication PT Angkasa Pura II, Yado Yarismano mengatakan, ada sekitar 120 penerbangan dengan rencana sebanyak 5.000 penumpang. Angka tersebut masuk dalam kategori rata-rata penerbangan harian pada masa pembatasan transportasi.

Berita Terkait : Angkasa Pura II Siapkan Digitalisasi Pemeriksaan Dokumen untuk Antisipasi Skenario New Normal

“Trafik penerbangan rata-rata saat pembatasan transportasi ini hanya sekitar 8-10 persen dibandingkan dengan trafik normal dan untuk penumpang hanya sekitar 2,5 persen dari trafik normal,” katanya kepada RMCo.id, Sabtu (23/5).

Yado menilai, selama periode PSBB hanya akan melayani sekitar 100-120 penerbangan per harinya dan tidak ada peningkatan penumpang signifkan. Ia membandingkan dengan trafik normal Bandara Soekarno Hatta juga tidak ada kenaikan yang signifikan. Saat normal Bandara Soekarno Hatta melayani hingga 1.200 penerbangan dan sekitar 200.000 penumpang per harinya.

Berita Terkait : AP II: Membludaknya Penumpang di Bandara Soetta Dipicu Jadwal Penerbangan Yang Berdekatan

Yado menegaskan, Angkasa Pura ll telah membenahi protokol dalam menjaga jarak berkaitan dengan sanksi teguran yang dijatuhkan kepada pihaknya oleh regulator. “Sesuai imbauan Kemenhub, kami menjaga agar physical distancing dapat selalu diterapkan, dan berkomitmen untuk melakukan himbauan tersebut,” jelasnya.

Selain itu, stakholder juga berkomitmen untuk membatasi penerbangan menjadi 5 penerbangan/jam di Terminal 2 serta penjualan tiket maksimal 50 persen dari kapasitas kursi pesawat, sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19. [KPJ]