RMco.id  Rakyat Merdeka - Menanggapi pemberitaan yang marak di media terkait beras turun mutu yang dimiliki Bulog, Sekretaris Perusahaan Perum Bulog, Arjun Ansol Siregar memberikan penjelasan hal tersebut. “Terdapat beras turun mutu sebanyak 6.800 Ton yang berlokasi di Bulog Divre Sumsel dan Babel.

Baca Juga : Melalui FGD, Fadel Gali Pandangan Akademisi dan Birokrat Soal Haluan Negara

Saat ini, sedang kami lakukan mekanisme internal dengan dilakukan proses sortasi dan pemisahan di unit gudang yang berbeda untuk menghindari terkontaminasinya beras baik,” ujar Arjun di Kantor Pusat Perum Bulog Jakarta.

Baca Juga : PBB: Myanmar Hapus Desa-desa Rohingya dari Peta

Beras turun mutu yang terdapat di Bulog Divre Sumsel dan Babel adalah beras yang tidak untuk disalurkan. Beras tersebut merupakan hasil pengadaan Dalam Negeri yang berusia lebih dari 1 (satu) tahun. Proses sortasi dilakukan untuk memisahkan beras yang masih aman konsumsi dengan beras yang tidak aman konsumsi dengan terlebih dahulu dilakukan pengecekan di laboratorium bersertifikat.

Baca Juga : PSBB Jakarta, LIB Gelar Medical Workshop 2020 Secara Virtual

Hasil laboratorium menjadi penentu langkah selanjutnya, untuk beras dengan kualitas berada dibawah ambang batas keamanan pangan akan dijual sebagai bahan pakan ternak. Sedangkan beras yang tidak bisa untuk bahan pakan ternak akan dilakukan pemusnahan.
 Selanjutnya