Baru Diangkat

Direktur Anyar Damri Kudu Siap Jalani Bisnis Di Tengah Pandemi

Direktur SDM dan Umum Damri Siti Inda Suri (kiri) bersama Direktur Baru Komersial dan Pengembangan Usaha Damri Sandry Pasambuna (Dok : Perum Damri)
Klik untuk perbesar
Direktur SDM dan Umum Damri Siti Inda Suri (kiri) bersama Direktur Baru Komersial dan Pengembangan Usaha Damri Sandry Pasambuna (Dok : Perum Damri)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Perum Damri sudah memiliki direktur baru di bidang komersial dan pengembangan usaha. Direktur anyar tersebut sudah pasti dihadapkan dengan tantangan bisnis di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Mau tak mau sosok baru ini harus siap.

Kementerian badan usaha milik negara (BUMN) baru saja mengisi plot kosong pada direksi Perum Damri. Kepala Sekretariat Perusahaan Damri, Nico R. Saputra menjelaskan posisi Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha telah lama kosong di Damri.

"Sandry Pasambuna adalah sosok yang baru saja ditunjuk Kementerian BUMN untuk mengisi jabatan Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha," kata Nico dalam keterangan persnya, di Jakarta, kemarin.

Dia menyebutkan bahwa keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Menteri BUMN Nomor : SK-168/MBU/05/2020 tanggal 29 Mei 2020 tentang Pengangkatan Anggota Direksi DAMRI.

Dalam kondisi pandemi seperti ini tentu Damri membutuhkan terobosan atau inovasi untuk pengembangan usaha. Kementerian BUMN memilih pria jebolan The Van Hall Institute Belanda ini nampaknya dengan pertimbangan matang.

Nico mengatakan Sandry memiliki pengalaman matang di perusahaan. "Dari sisi pengalaman karir dia Memiliki pengalaman sejak Tahun 2011 selaku Senior Manager Commissioning and Quality Control di PT Pertamina Hulu Energi (PHE)," kata Nico.

Baca Juga : Larangan Ngobrol Di KRL Bakal Susah Diterapkan

Bergabungnya Sandry Pasambuna sebagai Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha maka susunan jajaran direksi Damri lengkap sudah.

Adapun jajaran direksi Damri yang ada yaitu Direktur Utama yang diisi Setia N. Milatia Moemin, lalu Direktur Keuangan Sri Purwanto, Direktur Teknik dan Fasilitas Arifin dan Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum, Siti Inda Suri.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Sugiharjo menegaskan perubahan pola pergerakan orang setelah Covid-19 adalah hal mutlak bakal terjadi.

“Ada perubahan tatanan hingga behavior dari masyarakat transportasi. Kita harus siap dengan situasi setelah Covid-19. Keberadaan e-commerce hingga transportasi digital tak akan bisa dilawan,” kata Pak Jojo –sapaan Sugiharjo.

Dalam kondisi pandemi, perubahan mobilisasi tersebut mengarahkan kehadiran smart soceity, konektivity. Ke depan, lanjut Pak Jojo, teknologi transportasinya akan mengarah ke green transport.

"Non polusi, Pengembangan transportasi menjadi lebih ramah lingkungan dan ramah flora dan fauna,” ucapnya.

Baca Juga : Proyek Sejuta Rumah Kembali Hidup Di Era Kenormalan Baru

Bagi perusahaan transportasi kondisi sekarang maupun setelah pandemi akan menuntut perusahaan untuk inovatif. Mau tak mau harus siap menjalaninya.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Damri, Setia N. Milatia Moemin dalam diskusi virtual sudah memaparkan kondisi perusahaan. Damri tengah berada dalam persimpangan jauh sebelum ada corona Covid-19.

Tantangan besar dihadapi perusahaan karena disrupsi angkutan. “Kalau melihat kondisi sekarang maka kami tidak punya penumpang lagi tapi sudah berganti bahwa kami memiliki customer atau pelanggan," ungkapnya.

Sebab itu, perusahaan berpikir keras untuk melahirkan inovasi untuk mendongkrak bisnis perusahaan. Damri juga sudah memanfaatkan peluang di bisnis logistik.

"Kami juga sudah mendevelop logistik. Kami masuk ke beberapa tempat. Kami bertahan dengan memiliki jumlah serdadu 5.100-an karyawan dan sudah semua menerima THR,” urainya.

Bidang logistik yang perlahan dimasuki Perum Damri adalah bidang, Telemedicinee, pengantaran alat kesehatan, pesan obat dan sebagainya. Self driving cars, domestik suply, dapur domestik, logistik servis.

Baca Juga : Politisi Muda Hanura Sedih Hotel Dan Pariwisata Anjlok

“Saat ini di usia Damri 74 tahun, kami hanya 8 persen untuk angkutan penumpang, 92 persen mengalami penurunan. Tapi di logistik kami dapatkan 90 persen,” paparnya.

Lebih jauh membahas pandemi dia memandang kondisi saat ini seperti sedang di-pause alias berhenti sejenak. Terjadi disrupsi pada pola aktivitas manusia, disrupsi pada pola mobilitas saat pandemi.

Adapun opportunity atau peluang yang ada, pihaknya bisa kembali berimajinasi dengan sistem transportasi yang memberikan pengalaman lebih terhadap resilient (elastis), equitable (mampu stabil), dan seamless.

Pihak Damri pun telah menyiapkan empat skenario dengan disrupsi sekarang ini. Sekarang ini perusahaan cenderung maintain dan cas reserves untuk pembiayaan.

Perusahaan menerapkan, lanjut dia, juga retrenchment. "Perusahaan juga memotong biaya untuk tetap hidup normal. Kami juga memperbaiki SOP dan menggunakan online bisnis dan semua model inovasi ke depan. Kami lakukan exit strategi, relokasi ke model bisnis baru," tegasnya. [JAR]