RMco.id  Rakyat Merdeka - Salah satu ojek online yang mengalami dampak akibat pandemi Covid-19, Nur Kholik (49), asal Brebes, Jawa Tengah, mengaku pendapatannya di masa pandemi corona ini turun drastis. Pendapatannya yang terus mengalami penurunan membuat bapak dari tiga anak ini kesulitan dalam memenuhi kebutuhan keluarganya, seperti membayar uang kuliah dan kontrakan. 

Kholik yang mulai bekerja sebagai driver ojek online sejak 2017 itu pun tetap berusaha untuk memenuhi kebutuhan keluarganya akhirnya mendapatkan sebuah kesempatan yaitu fasilitas pinjaman bunga ringan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Dia mengaku mendapat informasi bahwa dirinya terpilih mengikuti program pinjaman khusus BRI tersebut dari perusahaan aplikator transportasi tempatnya bekerja yakni Gojek. 

"Selain persyaratan pengajuan pinjaman yang mudah, dia mengungkapkan bahwa proses pencairannya pun cepat," imbuhnya dari keterangan tertulisnya kepada Rakyat Merdeka, Senin (1/6).

Baca Juga : Dubes Al Busyra Basnur Gelar Tur Virtual Di KBRI Addis Ababa

Belum lama ini, BRI bekerja sama dengan Gojek dan Grab telah menghadirkan skema khusus pinjaman tunai bagi mitra pengemudi dan juga merchant. Pinjaman ini bertujuan untuk meringankan beban finansial pelaku usaha sektor informal yang terkena dampak selama pandemi Covid-19. 

BRI menargetkan sebanyak 250 ribu mitra pengemudi serta merchant ditargetkan mendapatkan pembiayaan tersebut. Besaran pinjaman khusus yang disediakan ini mulai dari Rp 5-20 juta. Lebih lanjut Kholik menuturkan, fasilitas pinjaman yang diperoleh dari BRI telah membantu untuk memenuhi kebutuhan keluarga. 

Dia merasa senang karena mendapatkan fasilitas kredit tersebut, terlebih lagi pada masa sulit seperti sekarang ini dan kebutuhan yang meningkat pada saat momen Lebaran lalu.

Baca Juga : Trump Ndablek!

“Senang banget, membantu sekali di saat orderan lagi berkurang, apalagi dapatnya saat menjelang lebaran dan anak mau kuliah. Alhamdullilah banget,” ujarnya.

Pada kondisi sebelum pandemi, Kholik yang tinggal di daerah Beji Depok Jawa Barat, biasanya dapat mengantongi pendapatan sebesar Rp 200-300 ribu per hari plus bonus harian. Dalam sehari, dia bisa menyelesaikan order sekitar 10 trip untuk perjalanan jarak jauh atau sekitar 20 trip untuk perjalanan jarak dekat, di sekitaran Depok.

Kini di masa pandemi, dirinya hanya dapat menikmati penghasilan separuhnya saja. “Menurun 50 persen lebih, GoRide sudah tidak ada terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pendapatan paling banyak kan di GoRide,” tuturnya. 

Baca Juga : Luhut Ngangke Anies

Meski menghadapi masa sulit karena order ojek online sepi dan penghasilannya terpangkas, ia tetap merasa bersyukur dengan kondisinya yang sekarang ini dan tidak pantang menyerah. 

Risiko kehujanan dan ban bocor di tengah perjalanan pun dilakoninya dalam menjalankan profesi sebagai ojek online. Sebelum bekerja sebagai pengendara ojek online, ia pernah berdagang susu sapi dan kedelai.

Dalam program pinjaman khusus tersebut, BRI memberikan suku bunga terjangkau, di mana cicilan dapat dibayarkan oleh penerima kredit secara harian, dan potongan bebas cicilan 3 bulan pertama dari masa pinjaman 24 bulan. [DWI]