Pasuruan-Probolinggo Cuma 30 Menit

Menteri Rini: Biaya Logistik Berkurang

Menteri BUMN, Rini Soemarno (kiri) saat memberikan penghargaan pada PT Waskita Karya atas pembangunan jalan tol Paspro, Jumat (15/2). (Foto: Twitter @PT Waskita Karya Tbk.).
Klik untuk perbesar
Menteri BUMN, Rini Soemarno (kiri) saat memberikan penghargaan pada PT Waskita Karya atas pembangunan jalan tol Paspro, Jumat (15/2). (Foto: Twitter @PT Waskita Karya Tbk.).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno baru saja mengunjungi tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro). Dengan adanya tol ini, waktu tempuh dari semula 2,5 jam jadi 30 menit. Dia pun berharap biaya logistik di Jawa Timur (Jatim) berkurang.

Kunjungan Rini ke ruas tol Paspro ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerjanya di Jatim. Dia mengapresiasi kinerja Waskita Karya sebagai kontraktor proyek tol ini. “Saya senang dan bangga tol siap dioperasikan,” ujarnya dalam keterangannya, kemarin.

Baca Juga : Tangkal Corona, Sahroni: Sentralisasi Medis di Barat dan Timur Indonesia

Rini berharap pembangunan tol ini membawa berkah. Misalnya berdampak bagi pemerataan pertumbuhan ekonomi wilayah sekitar. Di lain sisi, tol ini juga bisa memperlancar mobilitas warga. Terakhir, bisa mengurangi biaya angkutan logistik di Jatim.

Sekadar informasi, ruas tol Paspro merupakan bagian dari tol Trans Jawa yang bakal dioperasikan dalam waktu dekat. Sebelumnya tol sepanjang 31,3 kilometer (km) ini telah dibuka secara fungsional saat periode libur Natal dan Tahun Baru 2019.

Baca Juga : 69 WNI ABK Diamond Princess Turun Dari Pesawat Satu Per Satu

Waskita Karya memulai proyek ini sejak Mei 2016, dan selesai Desember 2018. Beroperasinya tol Paspro diharapkan dapat memangkas waktu tempuh secara signifikan perjalanan dari Pasuruan ke Probolinggo dan sebaliknya, dari sebelumnya 2,5 jam menjadi 30 menit.

Konektivitas yang lebih baik juga akan membuka peluang bangkitnya potensi di daerah yang akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal. Tol Paspro dibangun dengan nilai investasi Rp 3,5 triliun untuk tiga seksi dengan konsesi 45 tahun.
 Selanjutnya