RMco.id  Rakyat Merdeka - Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) siap salurkan dana milik pemerintah untuk mendorong percepatan perbaikan ekonomi. Salah satunya dengan menggenjot penyaluran kredit.

Untuk diketahui, pemerintah menempatkan dananya sebesar Rp 30 triliun di Himbara. Bank Mandiri akan menyalurkan untuk kredit produktif padat karya, ketahanan pangan dan mendukung sistem logistik nasional. Total penyaluran yang dilakukan Bank Mandiri yaitu Rp 21 triliun.

Kemudian BRI yang sudah melakukan restrukturisasi jutaan UMKM, melakukan ekspansi kredit 6 bulan untuk UMKM sebesar Rp 122,5 triliun dengan komposisi segmen mikro 88 persen atau Rp 108,8 triliun. Sementara BNI akan melakukan ekspansi kredit sektor riil, baik untuk korporasi usaha menengah dan kecil, consumer loan dengan nilai Rp 15 triliun.

Berita Terkait : Asosiasi Minta Bisnis Alih Daya Diperhatikan

Selanjutnya BTN, melakukan penyaluran untuk Kredit Pemilikan Rumah atau KPR pada sektor perumahan. Bank Himbara juga menyampaikan suku bunga bisa direndahkan atau diturunkan dengan adanya penempatan dana pemerintah yang memiliki suku bunga lebih rendah yaitu sebesar 3,42 persen.

Hari ini, Himbara melakukan pertemuan dengan OJK. Ketua Himbara sekaligus Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, pemberian dana negara ini diharapkan mampu menggairahkan pertumbuhan kredit secara positif dan bisa berkontribusi bagi ekonomi nasional.

“Menjaga sustainable ekonomi, tahun lalu kredit perbankan nasional tumbuh 6 persen. Tahun ini kami masih berkeyakinan kredit tumbuh positif itu yang penting yang perlu di-highlight,” ucapnya, Rabu (1/7).

Baca Juga : Menteri Sri Mulyani Usul Pemda Disuntik Insentif

Di BRI sendiri, lanjut Sunarso, pihaknya optimis kredit bisa tumbuh di kisaran 4-5 persen di 2020. Sementara dari pemerintah yang ditaruh di Himbara, keempat bank pelat merah itu mengaku siap mengucurkan kredit hingga Rp 90 triliun atau tiga kali dari dana tersebut.

“Kesiapan, Himbara semua siap dan komitmen meleverage ke sektor terkait dengan pemenuhan kebutuhan pangan, pendukung dan distribusinya. Juga ada dari kami yang fokus ke sektor pariwisata, trasnportasi, dan juga bergerak ke perumahan. Tapi tetap segmennya akan diprioritaskan ke UMKM, di luar UMKM juga bisa asal feasible,” imbuhnya.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Rully Setiawan mengatakan, Bank Mandiri mendapat penempatan uang negara sebesar Rp 10 triliun. “Tentunya kami menyambut baik dan bakal salurkan optimal untuk membantu pulihnya kembali ekonomi domestik, terutama UMKM,” katanya kepada Rakyat Merdeka.

Baca Juga : Telkomsel Luncurin Paket Data Terjangkau Untuk Perguruan Tinggi

Direktur Utama BNI, Herry Sidharta mengaku, bakal menggenjot kredit dari stimulus yang diberikan. “Kami kan mendapat jatah Rp 5 triliun dari total Rp 30 triliun itu, tentunya untuk menggerakan sektor riil yang utamanya UMKM. Nantinya diharapkan memberikan multiplier effect ke pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya kepada Rakyat Merdeka. [DWI]