RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM mendorong sejumlah bank untuk secepatnya menyerap anggaran stimulus program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Diharapkan, seluruh penyaluran dana PEN bisa rampung akhir tahun ini.

Pemerintah telah menambah stimulus lewat program PEN sebesar Rp 123,46 triliun khusus ke Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Per 1 Juli 2020, penyerapannya baru sekitar 0,20 persen atau Rp 250,16 miliar.

Berita Terkait : Airlangga Pede Layanan Birokrasi Makin Mudah

Angka ini pun dinilai masih sangat kecil, mengingat hampir 60,66 juta rekening debitor UMKM yang harus diselamatkan akibat Covid-19.

Diakui pemerintah, penyerapan PEN masih lamban. Dari data Kementerian Koperasi dan UKM, dana Rp 250,16 miliar yang telah cair, Rp 12,96 miliar diberikan melalui subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sisanya Rp 237,2 miliar diberikan lewat pembiayaan modal kerja kepada koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB-KUMKM).

Berita Terkait : Kalangan Lansia Cairkan Dana Di KSP Indosurya

“Untuk subsidi bunga KUR Rp 12,96 miliar itu baru disalurkan BRI ke 212.846 UMKM. Sementara bank lainnya belum. Karena dari penyaluran PEN khusus KUR melibatkan setidaknya 102 bank umum. Baik BUMN dan swasta, 1.570 BPR serta 10 perusahaan leasing,” papar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat menggelar konferensi pers pusat informasi dana PEN UMKM di Jakarta, akhir pekan kemarin.
 Selanjutnya