RMco.id  Rakyat Merdeka - Meski dikritik habis-habisan, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo maju terus, cuek dan nggak peduli di-bully karena mengizinkan ekspor benih lobster. Menurut dia, kebijakan itu sudah tepat.

"Yang jelas, saya nggak mau menari untuk popularitas. Saya nggak peduli di-bully, selama tujuannya mensejahterakan rakyat. Saya juga nggak peduli mukanya digambar telanjang, yang penting bikin rakyat makan,” tegas Edhy saat rapat kerja bersama Komisi IV DPR di Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : Dirjen KKP Meninggal Dunia Akibat Covid, Menteri Edhy Sangat Kehilangan

Edhy mengakui, kebijakannya terkait ekspor benih lobster bakal dihujani kritik tajam. Padahal, Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) membuka kesempatan yang sama untuk seluruh korporasi maupun koperasi yang berniat ingin mengajukan izin.

Dia membuka kesempatan seluas-luasnya ekspor benih lobster demi kesejahteraan masyarakat dan kepentingan nasional. “Kami tidak membatasi harus berbentuk perusahaan, koperasi, boleh. Tapi kami tidak menen´┐żtukan siapa-siapa saja yang mendaftar. Semua kami terima dan terus verifikasi. Kita sudah terima 31, diumumkan baru 26,” ungkapnya.

Berita Terkait : Harga Jual Benih Lobster Terjun Bebas, Nelayan Menjerit

Menteri asal Partai Gerindra ini menegaskan, tidak ada perlakukan khusus bagi para penerima izin. Dari 26 perusahaan yang menerima izin, sejumlah perusahaan memang tercatat terafilisasi dengan Partai Gerindra. Apalagi, pihak yang berwenang memberikan izin bukan berasal dari menteri langsung, melainkan tim yang terdiri atas Direktorat Jenderal terkait, Irjen hingga Sekjen Kementerian.

“Kalau memang ada yang menilai, ada orang Gerindra, tidak masalah. Kebetulan, saya orang Gerindra. Saya siap dikritik,” ungkapnya.
 Selanjutnya