Sebelumnya 
Edhy menuturkan, ada beberapa alasan keran ekspor benih lobster melalui Peraturan Menteri KKP Nomor 12 Tahun 2020 kembali dibuka.

Pertama, banyak nelayan Indonesia yang hidupnya bergantung pada budidaya ini. KKP mencatat, total pekerja yang terlibat dalam pembibitan benih lobster mencapai 10 juta orang. Kedua, dari sisi ekosistem, 1 ekor lobster memiliki potensi untuk bertelur sebanyak 1 juta butir.

Berita Terkait : KPK Sita Seluruh Barang Mewah Belanjaan Edhy Prabowo Di AS

Dari penelitian Universitas Tasmania dan KKP, apabila benih ini dibiarkan besar di laut, jumlah lobster yang bertahan sampai usia dewasa hanya tersisa 0,02 persen dari total telur yang ada.

Edhy menyebut, angka itu setara dengan perbandingan 20 ribu banding satu ekor lobster. Sementara, bila benih lobster dibudidayakan oleh nelayan, potensi jumlah bayi yang bertahan hingga dewasa diperkirakan akan lebih banyak.

Berita Terkait : Telisik Dugaan Soal Dugaan Penampungan Uang, KPK Cecar Staf Istri Edhy

“Kalau dibudidayakan, bisa 30 persen hidup. Malah, sampai 70-80 persen,” tuturnya.

Menurut perkiraan KKP, saat ini ada 26 miliar potensi lobster yang berada di perairan Indonesia. Dari angka itu, dua jenis lobster yang populer untuk diekspor, yakni lobster mutiara dan pasir totalnya mencapai 10 miliar ekor.

Berita Terkait : Penyidik Telisik Soal Fee Buat Edhy Prabowo

Seandainya 10 persen saja dari total 10 miliar ekor lobster dibudidayakan, potensi perkembangbiakannya bisa mencapai 100 kali lipat dari jumlah sebelumnya. “Kemudian dari sisi devisa, kami pastikan pungutan untuk per ekor tidak boleh di bawah Rp 5.000,” ucapnya.
 Selanjutnya