RMco.id  Rakyat Merdeka - Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) alias Airnav Indonesia menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas navigasi penerbangan. Tak tanggung-tanggung, dana yang digelontorkan tahun ini mencapai Rp 2,6 triliun.

Direktur Utama Airnav Indonesia Novie Riyanto mengatakan, perseroan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dalam enam tahun terakhir. Tujuannya untuk merangkai konektivitas Nusantara melalui transportasi udara.

Berita Terkait : Kabar Gembira Nih, BKPM Raih Komitmen Investasi Rp 522 M

“Tahun ini, kami mengalokasikan anggaran investasi senilai Rp 2,6 triliun untuk 290 program peningkatan layanan navigasi penerbangan di seluruh Cabang AirNav Indonesia. Baik bandara besar maupun perintis. Investasi ini meningkat dibandingkan tahun lalu Rp 1,9 triliun,” ujarnya di Padang, Sumatera Barat, Rabu (20/2).

Novie menjelaskan, investasi tersebut ditujukan untuk memodernisasi peralatan CNS-A (Communication, Navigation, Surveillance dan Automation) serta peningkatan kualitas personel. Rinciannya, anggaran peralatan komunikasi Rp 260,4 miliar, navigasi Rp 113,5 miliar, pengawasan Rp 222 miliar, otomatisasi Rp 1,1 triliun, mekanik dan kelistrikan Rp 71,4 miliar, bangunan & supporting Rp 779,7 miliar. 

Berita Terkait : 12 Perusahaan Siap Investasi Di Indonesia, Nilainya Capai Rp 1.048 Triliun

“Dalam mengantisipasi pertumbuhan traffic penerbangan, kualitas layanan navigasi akan kami tingkatkan. Bukan hanya di bandara besar, tetapi yang lebih kecil hingga bandara perintis. Papua misalnya, tahun ini kami meluncurkan 45 program senilai Rp 245,5 miliar, meningkat dibandingkan tahun 2018 lalu Rp 156 miliar,” terangnya.

Novie tak segan mengungkapkan program besar yang dilakukan tahun ini. Di antaranya pembangunan menara pengendali lalu lintas penerbangan (ATC Tower) di New International Yogyakarta Airport (NYIA), Banjarmasin, Solo, Ilaga, Wamena, Palu, Silangit, Bengkulu, Letung, Muara Teweh, Dekai, dan Sintang. 

Baca Juga : Kalah Main Capit 200 Kali, Pria Jepang Lapor Polisi

Ada juga peremajaan dan upgrade ADS-B (Automatic Dependent Surveillance Broadcast) di sejumlah bandara, A-SMGCS (Advanced-Surface Movement Guidance and Control System) level 2 di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, penambahan mobile tower, serta 3D ATC simulator dan surveillance simulator.

Novie pede program investasi tersebut dapat meningkatkan layanan navigasi penerbangan secara merata di seluruh ruang udara Indonesia. Padahal, tahun lalu layanan navigasi penerbangan AirNav Indonesia diganjar predikat excellent dari maskapai penerbangan yang beroperasi di Indonesia. [MEN]