RMco.id  Rakyat Merdeka - TikTok meluncurkan platform pemasangan iklan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia, TikTok for Business Self Serve. Perusahaan itu memberikan subsidi kepada pelaku usaha kecil di Tanah Air yang ingin menggunakan layanan ini saat pandemi corona.

“Platform ini merupakan gaya baru sekaligus solusi periklanan di masa kini. Pelaku UMKM dapat menggunakannya dengan sangat mudah, karena platform didesain super fleksibel. Dengan begitu, tantangan berbisnis di era adaptasi kebiasaan baru bukan lagi dijadikan sebagai suatu permasalahan,” kata Direct Sales Rider TikTok Indonesia Pandu Wiguna.

Saat ini berbagai UKM mulai menyadari kemampuan unik TikTok untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Najla Bisyir selaku Owner Bittersweet by Najla menjelaskan bagaimana TikTok membantu usahanya dalam menghadapi berbagai tantangan di tengah pandemi Covid-19, salah satunya soal menurunnya angka permintaan.

Berita Terkait : Pakai Gas PGN, UMKM Bisa Hemat Biaya Produksi

“Saat ini, kami memang sudah memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk. TikTok sebagai aplikasi yang banyak dipakai anak muda, diharapkan bisa membantu UMKM di Indonesia, termasuk Bittersweet by Najla, untuk menghubungkan kami ke segmentasi yang lebih luas secara terukur, efisien dan juga kreatif.” ujar Najla.

Khususnya untuk produk makanan, fitur di TikTok bisa dipakai pelaku bisnis untuk menonjolkan visual dari produk kami, sehingga kelezatan, tekstur, sampai packaging. 

“Kami bisa sampai ke masyarakat dengan cara unik versi TikTok,” tambahnya.

Baca Juga : Kemenkes Minta Hasil Tes Swab Di Bali Bisa Diketahui Lebih Cepat

Di tengah pandemi virus corona saat ini penjualan online justru mengalami peningkatan. Hal ini menyebabkan pemerintah siap mendorong UMKM untuk memanfaatkan platform digital. Tercatat ada 60 juta UMKM di Indonesia, 8 juta diantaranya telah menggunakan platform digital untuk memasarkan produknya.

“Tak bisa dipungkiri peranan TikTok saat ini memang menjangkau seluruh audiens segala usia. Makanya penting sekali bagi pemerintah untuk mendorong penggunaan platform digital serta mendukung produk buatan dalam negeri,” jelas Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Odo Manuhutu.

Dia menambahkan, saat ini ada sekitar 789.116 UMKM yang tergabung dalam ekosistem digital. Dan tahun ini pemerintah menargetkan hingga 2 juta UMKM go online. Lebih dari 25 persen didominasi pelaku usaha dari Jakarta. Dengan adanya platform self-serve TikTok Business diharapkan bisa meningkatkan lagi unit UMKM khususnya dari luar pulau Jawa.

Baca Juga : SKK Migas Percepat Proses Pengadaan Barang Dan Jasa

Selain meluncurkan platform self-serve, TikTok juga melanjutkan komitmennya untuk mendukung pelaku UKM di masa Covid-19 dengan meluncurkan program “Back-to-Business” di berbagai negara di dunia. Melalui program ini, para pelaku usaha akan memiliki kesempatan untuk beriklan di TikTok dengan kredit sebesar 300 dollar AS atau sekitar Rp 4,4 juta untuk digunakan hingga 31 Desember, 2020. Untuk memulai UKM dapat mengunjungi https://www.tiktok.com/business/en/back-to-business-program. [MER]