RMco.id  Rakyat Merdeka - Rupiah masih menunjukkan keperkasaannya pada hari ini. Di sesi pembukaan Selasa (14/7) pagi, mata uang Garuda naik sekitar 0,49 persen. Atau berada di level Rp 14.355 per dolar AS, dibanding perdagangan sebelumnya di pasar spot.

Penguatan juga dialami mayoritas mata uang Asia lainnya. Seperti Yen Jepang, yang naik 0,11 persen, dolar Taiwan 0,05 persen, dan dolar Hong 0,001 persen.

Sementara yang lainnya, terdepresiasi. Won Korea mengalami pelemahan terdalam, setelah turun 0,51 persen terhadap dolar AS. Dibuntuti baht Thailand yang terkoreksi 0,24 persen, dan peso Filipina yang susut 0,20 persen.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi, pergerakan rupiah pada hari ini masih fluktuatif. Meningkatnya jumlah kasus baru Covid-19 di Tanah Air, menjadi ancaman internal bagi rupiah.

Berita Terkait : PSBB Jakarta Hari Ketiga, Rupiah Masih Tokcer

"Pelaku pasar merespon negatif terhadap kasus pandemi Covid-19 di Indonesia, yang dalam pekan lalu yang mencetak rekor tertinggi. Angkanya hampir membalap China. Ini perlu diwaspadai," papar Ibrahim.

Per Senin 13 Juli 2020, kasus positf Covid-19 bertambah 1.282 kasus baru. Sehingga, totalnya menjadi 76.981 pasien. Sementara DKI Jakarta, melaporkan 278 kasus baru menjadi total 14.639 kasus.

“Kalau kondisi ini berlangsung terus, bukan tidak mungkin Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan kembali menjalankan pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ini akan berimbas pada terhentinya kegiatan perekonomian, kegiatan keagamaan, hingga kegiatan sosial," jelas Ibrahim.

Dalam situasi ini, rupiah butuh jamu kuat untuk menjamin keperkasannya. Ibrahim meyakini, langkah Bank Indonesia (BI) mengintervensi pasar valas, obligasi, dan surat utang negara melalui transaksi Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) dapat membendung sentimen negatif dari isu merebaknya pandemi virus corona di dalam negeri.

Berita Terkait : Hari Pertama PSBB Jakarta, Rupiah Sukses Unjuk Gigi

"Setidaknya, upaya ini dapat menahan keluarnya arus modal asing dari pasar keuangan Tanah Air. Sehingga, rupiah memasuki zona aman," ujarnya.

Sementara itu, dari sisi eksternal, pergerakan mata uang terpengaruh oleh harapan pasar terhadap berakhirnya perang dagang Amerika Serikat dan mitranya, China.

Pasar juga optimistis, vaksin virus corona dapat segera ditemukan.

"Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini, siproyeksikan masih akan menguat tipis di level Rp 14.440, dengan level resisten Rp 14.400," tandasnya.

Berita Terkait : Ditekan Kanan Kiri, Rupiah Pusing

Pada penutupan kemarin, rupiah menguat 10 poin atau 0,07 persen di level Rp 14.425 per dolar AS di pasar spot.

Pada kurs tengah, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI rupiah menyentuh posisi Rp 14.486 per dolar AS atau menguat tipis 15 poin (0,1 persen), dari posisi Jumat (10/7) di level Rp 14.501 per dolar AS. [DWI]