RMco.id  Rakyat Merdeka - Sekjen Partai Beringin Karya (Berkarya) versi Muchdi Pr, Badaruddin Andi Picunang menduga, kericuhan yang terjadi di internal partainya karena sosok mantan politisi Partai Golkar Priyo Budi Santoso.

Partai Berkarya seolah digiring sekelompok orang. Sekjennya berpengalaman di Golkar, terus masuk ke sini. Mungkin ada tujuan mengguncang partai ini. Mungkin sudah misi beliau,” ujar Badaruddin kepada RMco.id.

Berita Terkait : Ricuh Partai Berkarya Karena Pro Pemerintah Vs Oposisi?

Menurutnya, kericuhan yang terjadi di partainya tidak hanya berdampak di tingkat saja. Melainkan sudah menjadi efek domino di daerah seperti soal Pilkada Serentak 2020. Untuk itu, penting baginya untuk membenahi Beringin Karya agar sukses di Pemilu 2024.

“Di Pilkada berdampak. Ada kebijakan yang dikeluarkan DPP tanpa melalui prosedur rapat-rapat penjaringan seperti partai lain. Tiba-tiba keluar surat rekomendasi dan di daerah membuat keributan,” katanya.

Berita Terkait : Beringin Karya Siap ke Kemenkumham

Alhasil, cara kerja Partai Berkarya menyambut Pilkada 2020, tidak sistimatis. “Tidak ada aturan untuk itu, suka-suka. Ketum bikin apa Sekjen apa pengurus apa,” tutupnya.

Seperti diketahui, saat ini Partai Berkarya terbelah. Badaruddin adalah Sekjen atas Ketum Partai Berkarya di Munaslub yang digelar Sabtu (11/7). Satu lagi, adalah kepengurusan sebelumya dengan Ketum Tommy Soeharto dengan Sekjen Priyo Budi Santoso. [BSH]