RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) bekerja sama dengan BUMN Galangan Kapal Kluster Industri Manufaktur membangun 15 kapal untuk lima tahun ke depan.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, kerja sama dengan industri galangan kapal yang tergabung dalam KIM (Klaster Industri Manufaktur) dalam rangka pembangunan dan pemeliharaan atau perawatan kapal milik Pertamina.

“Ini langkah strategis yang dilakukan untuk memperkuat industri galangan kapal dalam negeri,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : Pertamina Siap Produksi D-100 Pertama di Indonesia

Nicke menjelaskan, dalam lima tahun ke depan, pihaknya akan melakukan pengadaan 48 kapal dan 15 kapal akan dilakukan di dalam negeri.

“Inilah yang bisa kami jadikan langkah awal untuk menghidupkan kembali galangan kapal dalam negeri. Sehingga bisa memperkuat bisnis dalam negeri,” katanya.

Selain itu, dalam perjanjian ini juga mencakup pemeliharaan dan perbaikan kapal yang bisa dilakukan di lokasi terdekat. Karena selama ini perseroan hanya bekerja sama dengan satu perusahaan saja.

Berita Terkait : Kursi Garuda Angkut Perabotan Masyarakat

“Misal, sebelumnya kami kerja sama dengan PT Dok dan Perkapalan Surabaya, ketika ada kapal rusak di Sulawesi, itu harus dibawa ke Surabaya.

Tapi sekarang dengan adanya kerja sama ini, tidak perlu begitu lagi,” jelasnya.

Dengan begitu, Nicke berharap kerja sama ini bisa meningkatkan efisiensi ke depannya. Dan bisa meningkatkan penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam pembuatan kapal.

Berita Terkait : Optimalkan TKDN, Pertamina Gandeng 3 BUMN Galangan Untuk Perawatan Kapal

“Kalau ketentuan pemerintah kan TKDN 30 persen, kami akan detailkan ini nanti dalam desain yang akan dibuat,” tuturnya.

Selain PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero), kerja sama ini juga melibatkan dua BUMN di sektor perkapalan lainnya, yakni PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) dan PT Industri Kapal Indonesia (Persero).

Di kesempatan yang sama, Ketua Klaster Industri Manufaktur yang juga Direktur Utama PT Barata Indonesia (Persero) Fajar Harry Sampurno mengatakan, dari ketiga perusahaan BUMN ini, total memiliki 15 sampai 17 galangan kapal (shipyard). [IMA]