RMco.id  Rakyat Merdeka - Pagi ini nilai tukar rupiah terpaksa dibuka melemah 37 poin atau 0,25 persen ke level Rp 14.625 per dolar AS dibandingkan dengan penutupan kemarin di level Rp 14.588 per dolar AS.

Pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) nampaknya ditanggapi negatif di pasar.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, kondisi rupiah masih undervalued sehingga ke depannya masih berpotensi untuk terus menguat dan cenderung stabil.

Berita Terkait : Dolar Nanjak, Rupiah Nggak Kebanting

"Nilai tukar rupiah tetap stabil dan mengarah ke tingkat fundamentalnya," ucap Perry.

Di triwulan II-2020, secara poin to rupiah mengalami kenaikan atau terapresiasi sebesar 14,42 persen. Ini dipengaruhi aliran masuk modal asing yang cukup besar pada Mei dan Juni 2020.

Bentuk investasi portofolio pada triwulan II-2020 mengalami net inflows atau mengalir masuk sebesar 10,2 miliar dolar AS. "Namun secara rata-rata, Rupiah mencatatkan depresiasi 4,3 persen akibat level yang masih lemah pada April 2020," terangnya.

Berita Terkait : PSBB Jakarta Hari Ketiga, Rupiah Masih Tokcer

Sementara di awal Juli 2020, rupiah dan mata uang regional mengalami sedikit tekanan. "Hal ini seiring meningkatnya ketidakpastian global, termasuk akibat meningkatnya resiko geopolitik Amerika - China," kata Perry.

Hingga 15 Juli 2020, rupiah terdepresiasi (melemah) 2,28 persen baik secara poin to poin maupun secara rata-rata dibandingkan level Juni 2020. Dibandingkan dengan level akhir tahun 2019, rupiah terdepresiasi 4,83 persen year to date.

Ke depan, lanjut Perry, BI memandang nilai tukar rupiah masih berpotensi menguat. Ini seiring levelnya yang secara fundamental masih undervalued. Juga didukung inflasi yang rendah dan terkendali.

Berita Terkait : Hari Pertama PSBB Jakarta, Rupiah Sukses Unjuk Gigi

"Kemudian, defisit transaksi berjalan yang juga rendah, imbal hasil aset keuangan domestik yang tinggi dan kompetitif serta premi risiko Indonesia yang diperkirakan akan terus menurun," ujarnya.

Kemarin kondisi rupiah cukup fluktuatif. Saat BI mengumumkan kebijakan moneter penurunan bunga acuan, rupiah yang sempat melemah, akhirnya berbalik ke zona hijau berakhir di Rp 14.360 per dolar AS atau menguat 0,1 persen di pasar spot.

Namun pada penutupan, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 37 poin atau 0,26 persen ke level Rp 14.625 per dolar AS. Sementara pada kurs tengah referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.632 per dolar AS, melemah 16 poin atau 0,11 persen dari posisi Rp 14.616 pada Rabu (15/7). DWI