RMco.id  Rakyat Merdeka - Bank Mandiri berkomitmen untuk mengoptimalkan dana penempatan pemerintah untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari dampak pandemi Covid-19.

Untuk itu, Bank Mandiri menyalurkan sekitar Rp 119,6 miliar berupa kredit produktif kepada 263 debitur segmen UMKM di Jakarta. Ke-263 debitur tersebut antara lain merupakan pelaku usaha Perdagangan, Produksi, Pendidikan, Jasa dan lainnya. Baik di level mikro sampai menengah.

Nasabah mendapatkan pembiayaan berskema kredit Modal Kerja (KMK), Kredit Usaha Mikro (KUM) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan besaran bervariasi di kisaran Rp 45 juta hingga Rp 3,3 miliar

Berita Terkait : Gelar Pameran Virtual, Pertamina Hadirkan 1.226 Mitra UMKM

Regional CEO Bank Mandiri Jakarta IV Harry Gale menjelaskan pihaknya menargetkan dapat menyalurkan pembiayaan program PEN ini dengan optimal, namun tetap menjaga kehati-hatian dan track record debitur di perbankan.

“Kami memanfaatkan seluruh jaringan mikro dan UKM kami di lapangan untuk memastikan bahwa debitur tersebut memang layak dan benar-benar memiliki usaha yang potensial. Tujuannya, agar pembiayaan ini tepat sasaran dan benar-benar bisa menggerakkan ekonomi masyarakat, sesuai dengan tujuan program PEN, kata Harry Gale.

Tak hanya itu, Harry Gale mengatakan pihaknya juga akan melakukan pendampingan dan monitoring kepada debitur penerima kredit PEN agar dapat memastikan terpenuhinya kebutuhan debitur, termasuk jika dibutuhkan tambahan pembiayaan.

Berita Terkait : BNI Dukung Program Bantuan Presiden Produktif Untuk UKM

Berdasarkan PMK 70/2020, pemerintah menempatkan uang negara di bank-bank Himbara untuk disalurkan sebagai kredit produktif, khususnya kepada segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Adapun penempatan dana tersebut di Bank Mandiri adalah sebesar Rp10 triliun, dimana Bank Mandiri telah menyiapkan alokasi pembiayaan sebesar Rp 20 triliun untuk segmen UMKM.

Berdasarkan pipeline tersebut, dia menjelaskan, penyaluran kredit khusus segmen UMKM akan diarahkan ke sektor-sektor produktif antara lain pertanian, perkebunan, jasa & perdagangan, industri pengolahan, pariwisata serta sektor lain yang memberikan dampak pada ketahanan pangan.

Berita Terkait : Biar Lebih Nendang, Perluas Penerima Banpres Produktif

"Untuk mempercepat proses penyaluran dan implementasi protokol kesehatan dalam bisnis di era New Normal, Bank Mandiri juga telah memanfaatkan dukungan TI dalam proses bisnis, seperti aplikasi Mandiri Pintar untuk memangkas proses administrasi dalam pengajuan kredit mikro produktif agar persetujuan bisa diperoleh dalam 15 menit," pungkasnya. [SRI]