RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan 6 unit kapal ternak mengantisipasi melonjaknya permintaan hewan kurban jelang Idul Adha.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kemenhub, Wisnu Handoko mengatakan, ada permohonan dari Pemda Dumai untuk memastikan ketersediaan pasokan ternak jenis sapi di Riau.

"Sebagian besar hewan kurban pasokan dari luar Riau, sekitar 70 persen setiap tahunnya dengan melakukan deviasi rute kapal KM. Camara Nusantara 2 yang mengangkut 550 ekor sapi langsung dari Kupang bakal menuju Dumai," katanya dalam keterangannya, Sabtu (18/07). 

Camara Nusantara 2 yang dioperatori oleh PT Pelayaran Wirayuda Maritim dengan rute perdana dari Pelabuhan Tenau, Kupang NTT langsung menuju Pelabuhan Dumai, Riau pada Jumat (17/07) pukul 23.45 WIT dengan mengangkut sebanyak 550 ekor sapi.

Baca Juga : Lindungi Kekayaan Alam, Kemenkumham Serahkan Sertifikat KI ke Daerah

Rute pelayaran Tenau-Dumai merupakan rute baru. Karena, selama ini  kapal ternak KM. Camara Nusantara 2 milik Kemenhub mempunyai rute tetap yaitu Kupang-Tanjung Priok Jakarta.

Wisnu menilai, kondisi ini sangat memungkinkan jika ada Pemda lain yang juga mempunyai kebutuhan memperkuat ketahanan pangan di wilayahnya terutama menjelang Idul Adha.

Biasanya, kata Wisnu, menjelang Idul Adha akan menjadi peak season angkutan ternak karena volume permintaan daging sapi hidup meningkat tajam.

"Yang biasanya pengiriman mayoritas ke Jakarta, maka menjelang Idul Adha akan ada permintaan ke daerah-daerah lain, seperti Balikpapan, Riau dan Bengkulu. Di mana tujuan tersebut, ini tidak ada dalam trayek reguler yang diusulkan oleh Pemda," jelasnya.

Baca Juga : AS Dakwa Hacker 5 Asal China dan 2 Malaysia

Terkait permohonan penambahan atau perubahan rute pengoperasian kapal ternak, Wisnu  menjelaskan, pada prinsipnya semua kapal ternak bisa digunakan sepanjang masih di wilayah Indonesia.

"Ada 6 unit kapal ternak yang siap mengangkut hewan sapi untuk memenuhi ketahanan pangan suatu wilayah jika dibutuhkan," ungkapnya.

Saat ini, mengingat ketersediaan anggaran subsidi pemerintah, maka rute kapal ternak diberikan sesuai dengan trayek yang direncanakan pada tahun sebelumnya. 

Dengan rute yang sudah ditetapkan sesuai usulan daerah pengirim dan penerima.

Baca Juga : MPR dan UI Sepakat Kerja Sama di Bidang Riset dan Kajian

Wisnu menilai, jika ada permintaan rute di luar yang telah ditetapkan, seharusnya ada usulan resmi dari daerah pengirim dan penerima harus mendapat persetujuan terlebih dahulu oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut cq Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut serta Direktorat PHH Ternak Kementerian Pertanian.

"Namun, apabila rute baru yang diminta tersebut membutuhkan anggaran karena tidak cukup dibiayai dengan anggaran subsidi tahun berjalan, maka akan dihitung bersama dengan instansi dan pihak terkait, di mana pemenuhannya akan dibiayai oleh pihak pengirim ternak," tuturnya.

Selama pelayarannya, Wisnu memastikan hewan sapi akan mendapatkan perawatan yang layak agar kondisi prima dan terjaga dengan baik sampai tujuan. [KPJ]