RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki melakukan pendekatan baru dalam struktur kelembagaan koperasi dan UMKM, dengan mendorong UMKM bergabung ke koperasi agar lebih mudah dari sisi pengurusan kelembagaannya.

Selain itu, upaya tersebut agar sejalan dengan Kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin agat koperasi dan UMKM, menjadi arus utama dalam pembangunan ekonomi nasional.

Saat ini, jumlah UMKM di Indonesia mencapai 64 juta unit usaha atau 99 persen dari total unit usaha di dalam negeri.

Berita Terkait : KPIB Minta Menteri Teten Lindungi Dekopin Dari Perpecahan

UMKM tersebut tersebar hampir merata di seluruh Tanah Air dengan berbagai macam permasalahan yang dihadapinya antara lain pembiayaan, kelembagaan, pemasaran, maupun pengembangan usaha.

“Saya di awal punya ide UMKM yang jumlahnya banyak kalau tidak melakukan pendekatan baru menanganinya nggak mudah. Kalau UMKM bergabung dengan koperasi ini akan lebih mudah kelembagaanya untuk mengurus,” kata Teten saat mengunjungi KSP Mitra Jasa di Indramayu, Jawa Barat, Minggu (19/7).

Teten mengatakan, dengan bergabungnya UMKM dalam koperasi akan memudahkan pemerintah turun tangan menangani permasalahan yang dihadapi UMKM.

Baca Juga : Polda Jabar Amankan 6 Pengguna Sabu di Pesta Sekolah

“Artinya pemerintah tidak harus membuat rantai kendali yang panjang, tapi bisa kerja sama dengan koperasi-koperasi yang kemudian mengajak UMKM gabung ke koperasi,” imbuhnya.

Sejalan dengan keinginan tersebut, saat awal menjabat sebagai MenkopUKM, ia membuat kebijakan khusus tentang penyaluran dana bergulir.

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) sebagai salah satu BLU KemenkopUKM 100 persen menyalurkan dana bergulir ke koperasi.

Baca Juga : Klaster Cendana Peak LPKR Habis Diserbu Konsumen Hanya Dalam 5 Jam

“Kalau kita sederhanakan struktur kelembagannya yaitu UMKM gabung menjadi anggota koperasi, gabung dengan yang sudah ada atau bikin yang baru sehingga akan lebih mudah pemerintah menyalurkan pembiayaan lewat koperasi, kita sudah exercise dengan LPDB,” ujar Teten. [DWI]