RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) membentuk tim untuk program BUMN Go Global. 

Menteri BUMN, Erick Thohir menyatakan, pihaknya telah menandatangani Nota Kesepahaman Kerja Sama Diplomasi Ekonomi untuk mendukung BUMN Go Global, yang akan berlaku hingga empat tahun dan secara berkala akan dimonitor dan dievaluasi. 

“Tujuan utama dari kerja sama ini adalah memperkuat diplomasi ekonomi dalam mewujudkan visi BUMN Go Global,” ujarnya akhir pekan, di Jakarta. 

Pasalnya, berdasarkan data dinamis yang dikumpulkan dari seluruh Perwakilan RI, nilai investasi outbound BUMN di seluruh dunia mencapai 17,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 257 triliun. 

“Makanya, melalui kesepahaman ini diharapkan dapat meningkatkan nilai invesasi BUMN di luar negeri dan mendorong performa ekspor Indonesia,” katanya. 

Berita Terkait : Ditawari Kursi Menteri Enam Kali, Uno Menolak

Selain itu, area kerja sama juga mencakup upaya match making antara BUMN dan investor asing yang berminat melakukan inbound investment di Indonesia, sesuai dengan sektor yang diminati. 

“BUMN mencanangkan program BUMN Go Global untuk mendukung supply chain dalam memasarkan produk di pasar strategis,” katanya. 

Ia yakin saat ini merupakan momentum yang spesial, karena terdapat persamaan kesadaran dan visi untuk mendorong pengembangan BUMN di pasar global. Sehingga dapat meningkatkan jumlah transaksi dan nilai investasi outbound BUMN, serta dapat memajukan kepemimpinan Indonesia di luar negeri. 

Sejauh ini beberapa perusahaan pelat merah yang telah berkibar di luar negeri, antara lain PT Industri Kereta Api (INKA) yang telah menjalin kerja sama proyek gerbong kereta api dengan pemerintah Bangladesh. 

Selain itu, BUMN pertahanan yang melakukan ekspor berbagai produk seperti Pistol G2 Elite, Amunisi Peluru, Medium Tank, Kapal Kargo, Pesawat CN 235- 220 dan lainnya. 

Baca Juga : 5.000 Tahanan Taliban Dibebaskan, Sebagian Kembali Perangi Afghanistan

Kemudian Bio Farma yang telah memproduksi dan memasarkan vaksin polio di berbagai negara seperti Angola, Somalia dan Ethiopia. 

Erick menambahkan, untuk mencapai tujuan tersebut, mereka menyepakati kemungkinan pembentukan tim taktis yang terdiri dari perwakilan kedua kementerian dan unsur perwakilan BUMN, yang memiliki kesiapan dan kapasitas untuk melakukan outbound investment. 

“Tim ini berkolaborasi mengawal dari tahap Indetifikasi peluang investasi, penjajakan mitra dan akses permodalan, hingga pelaksanaan investasi serta perlindungan terhadap investasi Indonesia di luar negeri,” jelasnya. 

Di kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi menambahkan, kolaborasi antar instansi pemerintah terus digencarkan Kabinet Indonesia Maju Jilid II, agar perekonomian Indonesia paska pandemi Covid-19 bisa pulih dengan cepat. 

Bahkan, kolaborasi yang dilakukan juga didukung dengan strategi agresif, sehingga setiap langkah yang diambil mampu mengikuti persaingan global yang kian ketat. 

Baca Juga : Langgar Kode Etik, Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Dijatuhi Sanksi Ringan SP1

Karenanya, Pembentukan Tim Bersama BUMN Go Global ini juga dimaksudkan untuk sinergitas pengembangan BUMN di pasar global. Sekaligus meningkatkan kerja sama dengan mitra partner strategis. 

“Diharapkan dengan adanya kerja sama dan asistensi mengenai diplomasi ekonomi ini dapat memperluas jaringan partnership, potensi investasi BUMN dan peluang untuk memasarkan produk BUMN di kancah internasional,” tandasnya. [IMA]