RMco.id  Rakyat Merdeka - Direktur Utama Pupuk Kaltim, Bakir Pasaman menyabet penghargaan The Best CEO Driving Execution Anak Perusahaan BUMN Terbaik dalam ajang Anugerah BUMN 2020 yang digelar BUMN Track belum lama ini. Bakir dinilai berhasil meningkatkan kinerja Pupuk Kaltim.

Dalam acara itu, Pupuk Kaltim juga menyabet penghargaan Terbaik I Kategori Tata Kelola Perusahaan (GCG) dan Terbaik I Kategori Inovasi Bisnis. 

Bakir dinilai mampu memberikan visi, formulasi strategi, driving strategy, passion dalam SDM yang unggul, serta leading change dalam memimpin Pupuk Kaltim. Kontribusi Pupuk Kaltim ke negara terus naik secara signifikan dari tahun ke tahun

Baca Juga : Waduh! 180 ASN Positif Corona, Wali Kota Bandung Akui Ada Peningkatan Klaster Perkantoran

“Hal ini menjadi budaya Perusahaan dengan berbagai inovasi yang didukung SDM unggul di seluruh unit kerja,” kata Bakir, Senin (20/7).

Penghargaan ini dirasa tidak berlebihan, mengingat beragam prestasi dan capaian Pupuk Kaltim selama tiga tahun terakhir sebagai produsen urea terbesar di Indonesia dan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) dalam mendukung kedaulatan pangan nasional. Pupuk Kaltim juga terus berbenah, melakukan inovasi dan efisiensi di segala bidang.

“Seluruh capaian tersebut didasari komitmen Pupuk Kaltim pada berbagai sektor, baik dalam penerapan aktivitas bisnis Perusahaan, hingga lingkungan dan masyarakat,” ujar Bakir.

Baca Juga : Gerindra: Hasil Swab Test Menteri Edhy Sudah Negatif, Sudah Enak Makan

Misalnya dalam kualitas mutu, Pupuk Kaltim berkomitmen untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi sesuai dengan standar SNI secara konsisten dan berkelanjutan. Ini dibuktikan dengan menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang meraih Appreciation for Maintaining Grand Platinum (tertinggi) dalam ajang SNI Awards 2019, yang digelar oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN). 

Penghargaan ini menjadi kebanggaan karena pada 2016, Pupuk Kaltim menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang meraih predikat Platinum. Lalu pada 2018, Pupuk Kaltim juga menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang meraih Grand Platinum, setelah berhasil mempertahankan peringkat Platinum tiga tahun berturut (2016-2018). 

“Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas komitmen yang tinggi dalam menerapkan SNI secara konsisten dan berkelanjutan, serta mampu mengembangkan inovasi yang signifikan untuk pengembangan bisnis berkelanjutan,” ucap Bakir. 

Baca Juga : Menteri Teten: UMKM Harus Kuasai Bisnis Digital dengan Cepat

Dalam kancah industri pupuk dunia, Pupuk Kaltim juga meraih Gold Medal dalam ajang International Fertilizer Association (IFA) Industry Stewardship Champions di Versailles Prancis pada 2019. Penghargaan ini juga menjadi kebanggan sebab pada 2016, Pupuk Kaltim menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang meraih sertifikat IFA Protect and Sustain. 
 Selanjutnya