RMco.id  Rakyat Merdeka - Usaha memperbaiki rantai pasok (supply chain ) perusahaan pelat merah terus dikebut Kementerian BUMN. Untuk itu, Menteri BUMN Erick Thohir mendorong perusahaan BUMN mengakuisisi perusahaan asing.

Sepeeti  diketahui, salah satu permasalahan yang kerap dihadapi di Indonesia adalah masalah rantai pasok. Di sektor pangan misalnya. Bukan hanya BUMN, perusahaan swasta juga menghadapi tantangan-tantangan berat. Terutama dari sisi rantai pasok yang rumit dan panjang. Erick berharap, prosesnya bisa dibuat sesimpel mungkin.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abra Talatov mempertanyakan, motif dan tujuannya ekpansi perusahaan pelat merah. Apa sekadar eksistensi agar BUMN masuk global. Atau ingin dapat revenue  besar dari pembelian saham di luar negeri?

“Tujuan utamanya BUMN dalam undang-undang bukan hanya menciptakan profit. Yang lebih penting adalah bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Mendapat keuntungan hanya salah satu tujuan BUMN,” jelas Abra kepada Rakyat Merdeka.

Baca Juga : Pangandaran Panen Padi Bebas Residu, Harga Lebih Menguntungkan

Ia melanjutkan, jika BUMN sudah bermanfaat maksimal di dalam negeri, baru pemerintah bisa bicara ekspansi ke luar negeri. Menurutnya, untuk saat ini perusahaan yang siap go global hanya BUMN karya maupun konstruksi.

Dengan banyaknya proyek dalam negeri yang terhenti akibat Covid-19, menurut Abra, BUMN karya bisa diarahkan ekspansi ke luar negeri dengan ikut tender konsorsium swasta. “Jadi nggak harus akuisisi atau beli perusahaan asing, yang justru akan menguras belanja modal BUMN,” tuturnya.

Sementara untuk menyelamatkan ekonomi negara, lanjut Abra, perusahaan pelat merah sebaiknya konsentrasi di dalam negeri dulu. Walaupun ingin memperbaiki rantai pasok lewat go global, namun konteksnya tetap berproduksi di dalam negeri.

Bukan di luar negeri. Karena ketika berproduksi di dalam negeri, selain bisa memasukkan kandungan lokal, juga bakal membuka lapangan kerja. Multiplier effect ini akan lebih terasa dibanding dengan ekspansi dan berproduksinya di luar negeri.

Baca Juga : Suga, PM Baru Jepang yang Sit-up 100 Kali Sehari

“Intinya, bagaimana BUMN bisa bersaing meyakinkan perusahaan asing agar bisa terintegrasi di rantai pasok,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir meminta perusahaan pelat merah berpartisipasi memperbaiki rantai pasok usaha di Indonesia. Caranya, dengan mendorong mereka mengakusisi perusahaan di luar negeri.

“Kita tahu selama ini Indonesia hanya menjadi market, tapi sampai kapan? Dan ini yang kami harapkan BUMN bisa mengakuisisi beberapa perusahaan yang ada di luar negeri. Tujuannya simpel, yaitu memperbaiki supply chain kita,” imbuhnya.

Ia mengatakan, perbaikan ekosistem bisnis menjadi penting. Mengingat, Indonesia memiliki keunggulan berupa pasar yang besar dan sumber daya alam yang kaya. Namun sayangnya, masih ketinggalan dalam hal logistik dan teknologi. “Jadi ini bukan suatu program yang istilahnya gaya-gayaan,” ujar Erick.

Baca Juga : Sekda Saefullah Gagal Napas Akibat Covid

Ia memastikan akan memperbaiki kekurangan-kekurangan tersebut. Dia pun sudah menjalin kesepakatan dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk mendorong BUMN Go Global[DWI]