RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni menekan ongkos operasional setelah dihantam badai Covid-19. Salah satu caranya, ngirit penggunaan BBM dengan penggunaan teknologi. 

Direktur Armada Pelni Tukul M Harsono mengatakan, untuk melakukan inovasi irit BBM, pihaknya menggelontorkan investasi Rp 1,4 miliar untuk kebutuhan dua propeller energo profin di satu kapal. Investasi yang dikeluarkan bakal sepadan dengan penghematan yang didapat. Karena, rata-rata penggunaan BBM sebelumnya mencapai 118 liter per mil. Dengan penggunaan teknologi ini, hanya rata-rata 85 liter per mil, atau penghematan rata-rata 27 persen.

Berita Terkait : Netizen Heran, Prabowo Sekarang Pro Investasi Asing

"Investasi tersebut dianggap sepadan dengan besaran biaya yang dapat dihemat perusahaan hanya dalam kurun waktu 6,6 bulan setelah pemasangan telah mencapai break even point (BEP)," kata Tukul, dalam keterangan resminya, Kamis (23/7).

Tukul menjelaskan, energo profin merupakan perangkat keras buatan Eropa yang dipasang untuk mendukung kinerja baling-baling induk. "Energo profin ini berbentuk baling-baling yang lebih kecil, ditempatkan di belakang baling-baling induk. Dengan bantuan energo profin, baling-baling induk dapat menghasilkan dorongan yang lebih optimal," ungkapnya.

Baca Juga : Nabrak Polwan Hingga Tewas, Wakil Bupati Positif Nenggak Miras

Dari penggunaan energo profin tersebut, Pelni dapat melakukan efisiensi BBM pada kisaran 3-5 persen. Bila dikonversi dalam rupiah, untuk satu kapal penumpang tipe 2 ribu penumpang dalam sebulan bisa melakukan penghematan Rp 200 juta atau Rp 2,5 miliar per tahun.

Sebelum energo profin, sebenarnya, Pelni juga sudah memasang perangkat Vessel Web Analyzer (VWA) di setiap kapal penumpang. VWA merupakan perangkat lunak yang dapat memantau konsumsi BBM secara real time.

Baca Juga : Korban Dimutilasi Jadi 11 Bagian, Dua Sejoli Terancam Hukuman Mati

Tukul melihat penggunaan teknologi VWA juga sangat memudahkan pemantauan konsumsi BBM. "Ini dikarenakan dapat diakses melalui smartphone dengan penyajian data yang diperbarui setiap menit," jelasnya. Dirinya memastikan, Pelni sudah menggunakan teknologi VWA sejak 2017 dan akhir 2019 sudah digunakan di seluruh kapal penumpang. [KPJ]