RMco.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah induk koperasi menolak tegas KB Kookmin Bank menjadi pemegang saham pengendali (PSP) di PT Bank Bukopin Tbk (BBKP). Penolakan akan dilakukan dengan menggelar aksi demonstrasi secara maraton ke kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga : Ogah Cuma Jadi Pajangan, Farah Target Tiap Tahun Pulangkan 2-3 TKI Bermasalah

Ketua Umum Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) Ferry Juliantono mengungkapkan, demonstrasi bertujuan mengajak masyarakat dan semua pihak menjaga kepentingan nasional di Bank Bukopin. Alasan lainnya, membuka kembali opsi pembelian saham Bank Bukopin oleh gerakan koperasi dan pemerintah. Aksi ini merupakan inisiasi Inkoppas bersama dengan Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) dan Induk Koperasi lainnya. 

Baca Juga : Di Tengah Pandemi, China Luncurkan Pesawat Tak Berawak Ke Mars

"Berkaitan dengan rencana penguasaan saham mayoritas oleh Kook Min (Korea) di Bank Bukopin, kami dari gerakan koperasi yang terdiri dari perwakilan induk-induk koperasi dan elemen masyarakat yang menolak Bank Bukopin jatuh ke tangan asing, berencana melakukan protes ke Kementerian Keuangan besok siang,” kata Fery, Kamis (23/7). 

Baca Juga : Diusung Banteng, Afifah Cetak Sejarah Di Pilkada Depok

Ia berharap, Menkeu juga sependapat, menolak saham mayoritas untuk asing di Bank Bukopin. Salah satu tuntutan aksi yang akan disuarakan adalah meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani mempertimbangkan untuk memprioritaskan saham pemerintah, nasional, termasuk koperasi di Bank Bukopin. [FAQ]