RMco.id  Rakyat Merdeka - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) mengapresiasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang telah aktif dalam pembumian Pancasila. 

Kampanye BPIP tersebut selaras dengan tema 'Satu Napas Kebhinekaan, Satu Napas Kebangsaan' di Hari Ulang Tahun KNPI ke-47 pada 23 Juli lalu. Hal ini disampaikan Sekjen KNPI Addin Jauharudin saat audiensi ke Gedung BPIP, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (23/7). 

Addin mengajak serta sejumlah pengurus organisasi kepemudaan. Diantaranya; Aliya Sayuti (HMI), M. Ikhsan (BM Kosgoro), Narendra Kiemas (BMI), Zieko CH. Odang (Gapura), Sahar M. Simurat (Gamki) dan Kaka Hanifa (PMII). 

Berita Terkait : Susun Kepengurusan Baru SOKSI, Noor Supit Siap Menangkan Golkar

Di awal obrolan, Addin menyoal kembali RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang sempat kontroversial. Hingga akhirnya berganti RUU BPIP dan sedang dibahas DPR. KNPI merasa kehadiran BPIP sangat strategis. Kelak diharapkan menjadi payung secara kelembagaan yang mengatur semua ritme untuk membumikan Pancasila.

“Nantinya sejalan dengan visi dan misi, kami akan berdialog dengan beberapa stakeholders seperti DPR, MPR, BPIP dan komunitas-komunitas anak kreatif. Untuk mencari permodelan yang lebih populis dalam membumikan Pancasila,” beber Addin. 

Tokoh Muda NU yang aktif di PP GP Ansor ini merasa KNPI senapas dengan BPIP. Sebagai wadah berhimpun seluruh organisasi kemasyarakatan pemuda yang sangat majemuk. 

Berita Terkait : Arteria Siap Pasang Badan Buat Puan

"Kita tahu KNPI menjadi wadah bagi berkumpulnya para pemuda, kader-kader terbaik bangsa. Bersama-sama memberikan kontribusi bagi pembangunan, kesejahteraan rakyat, serta membangun peradaban," ujar Addin. 

Di depan Ketua BPIP, Yudian Wahyudi, Addin mengajak Kepala BPIP itu untuk berpartisipasi dalam Forum Aspirasi Nasional. Sebuah program yang menjembatani para stakeholders untuk bisa menanamkan Pancasila ke generasi muda. 

“Contoh model populis misalnya, membuat meme, webinar, konser, pertemuan anak muda. Karena milenial sebagai penduduk terbanyak, kami ingin sedari sekarang mereka mulai mengenal ideologi, mengimplementasikan di kehidupan nyata, komunitas,” jelasnya. 

Berita Terkait : Gandeng BRI, PGN Mudahkan Pembayaran Tagihan Gas Pelanggan

Ajakan berpartisipasi dalam Forum Aspirasi Nasional langsung diiyakan oleh Yudian. Ia mendukung KNPI melakukan berbagai program terkait kepemudaan dan Pancasila. "Pintu kami terbuka bagi siapa saja. Acara itu bagus sekali. Silahkan KNPI membuat pola kerjasama demi kebaikan bangsa dan negara. Kami nanti juga akan berkoordinasi dengan lembaga lain," bilang Yudian. 

Dia mengingatkan, sangat berbahaya jika anak-anak muda Indonesia tidak kenal Pancasila. Karena itu, BPIP akan terus mencari cara agar Pancasila bisa lebih diterima oleh semua golongan.

"Jadi nanti di samping penemuan metode-metode dengan media segala macam, juga kerjasama dengan semua lapisan. Jadi kami tidak lagi berhenti di hotel, seminar gitu. Kami juga masuk ke desa-desa, ke semua lembaga begitu," pungkas Yudian. [GO]