RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI bertekad  meningkatkan kinerja UMKM. Serta mempersiapkan mereka dalam menghadapi persaingan usaha dengan kompetitor.

Hal ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) yang dijalankan PPI. Sebagai perusahaan pelat merah, PPI tidak hanya dituntut mengejar keuntungan. Melainkan juga aktif membimbing dan membantu pengusaha golongan ekonomi lemah, koperasi, dan masyarakat.


Dijelaskan Direktur Utama PPI, Fasika Khaerul Zaman, bentuk pembinaan yang perseroan lakukan antara lain pembinaan manajemen usaha, pendampingan di lapangan (supervisi), dan bantuan modal. Pelaksanaan pembinaan melalui dua tahap kegiatan, yaitu pelatihan manajemen usaha dan supervisi pembinaan lapangan.

Dari sana PPI melihat sejauh mana pelaksanaan program mempunyai nilai kemanfaatan terhadap peserta. Lalu melakukan monitoring dan evaluasi melalui lima kegiatan manajemen usaha. Yaitu sumber daya manusia, manajemen produksi, administrasi keuangan, pemasaran, serta motivasi dan rencana usaha. 

Berita Terkait : Di Balik Layanan Pelanggan KAI yang Tak Pernah Berhenti

Manfaat pembinaan yang diberikan akan ditunjukkan pada keberhasilan dan peningkatan usaha yang diamati.

Sementara melalui Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), PPI juga ikut berperan menyukseskan program pemerintah melalui Dinas Sosial. Untuk mendapatkan komoditi BPNT, PPI mengambil beras dari UMKM yang kualitasnya sama dengan supplier BPNT lainnya. 

Untuk telur, misalnya, PPI mengambil dari beberapa sumber pengepul yang mengumpulkan telur-telur dari peternak. PPI ingin serapan dari perusahaan, baik itu beras maupun telur, selain membantu KPM (Keluarga Penerima Manfaat), juga bisa membantu menghidupi UMKM tersebut. Dan bisa menyerap lebih banyak masyarakat yang kurang mampu untuk bekerja dengan mereka. 

Untuk benih padi, PPI juga mengambil dari penangkar-penangkar benih petani mandiri yang juga UMKM. Dan menyalurkannya ke outlet-outlet pertanian PPI untuk bisa ikut berkiprah dalam rangka menjaga ketahanan pangan melalui penyediaan benih bagi para petani. 

Baca Juga : Disiplin Protokol Kesehatan, Polda Metro Jaya Bentuk Satgas Gabungan

PPI juga mendirikan Graha Ekspor yang difungsikan sebagai showroom produk milik sendiri, juga produk-produk UMKM, dan komoditi-komoditi Indonesia yang sudah siap menembus pasar dunia. 

Graha Ekspor diharapkan sebagai rumah dan export solution bagi semua mitra bisnis, untuk melihat langsung produk atau komoditas yang dicari, sesuai dengan harapan dan kualitas yang diharapkan. 

PPI sebagai agen pembangunan dalam rangka mengejar target ekspor nasional, melakukan upaya pembukaan pasar di luar negeri. Dengan fokus pada kegiatan ekspor dan perdagangan antarnegara dan melaksanakan pameran-pameran dagang skala internasional. 

PPI juga membentuk representative office di beberapa negara, dan bekerja sama secara aktif dengan perwakilan Indonesia di luar negeri melalui Indonesia Trade Promotion Center dan atau para diaspora.

Baca Juga : Menteri Sosial Di-back Up DPR

Program kemitraan dengan petani, nelayan, dan UMKM, merupakan salah satu pola sumber suplai dalam percepatan ekspor PPI.

"Salah satu kemitraan itu ditunjukkan dengan berhasilnya ekspor kopi dan bawang merah produk UMKM mitra PPI beberapa kali ke Mesir, Taiwan, dan China. Selain itu, PPI juga membidik peluang ekspor pupuk yang mempunyai jaringan distribusi. Komoditi kopi dari berbagai petani di seluruh Indonesia sudah beberapa kali diekspor dan mendatang segera akan di re-ekspor, begitu juga dengan desiccated coconut," jelasnya. [JAR]