RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (Wika) kini sudah menjadi BUMN konstruksi berskala global. 

Portofolionya tersebar di 11 negara, baik di Asia, Timur Tengah dan Afrika. 

Direktur Utama Wika, Agung Budi Waskito mengungkapkan, bahwa kekuatan Wika terletak pada portofolio yang luas di tingkat domestik dan dukungan dari semua lini bisnis yang menawarkan jasa konstruksi secara lebih lengkap di pasar internasional. 

Baca Juga : Melalui FGD, Fadel Gali Pandangan Akademisi dan Birokrat Soal Haluan Negara

"Perusahaan konstruksi milik negara ini masuk dalam proyek-proyek strategis dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Terbukti, di sektor pembangunan infrastruktur kereta modern, menjadi kontraktor lokal yang paling banyak mengambil peran pada pembangunan MRT Jakarta yang pertama di Indonesia dan LRT Jakarta Kelapa Gading - Velodrome. Perseroan sebagai satu-satunya kontraktor pertama di ASEAN yang mengerjakan Kereta Cepat Jakarta Bandung," ungkap Agung.

Agung menambahkan, bahwa dalam setiap pembangunan proyek yang juga melibatkan kontraktor internasional, Wika berusaha seoptimal mungkin untuk melakukan transfer knowledge dan transfer teknologi sehingga kompetensinya semakin meningkat dan dipercaya oleh para kontraktor global untuk menjadi partner dalam pengembangan bisnis di luar negeri. 

"Ditambah dengan kemampuan adaptasi dari karyawannya, Wika pun semakin dipercaya menjadi kontraktor utama dalam pembangunan proyek berskala besar di luar negeri," lanjut Agung.

Baca Juga : PBB: Myanmar Hapus Desa-desa Rohingya dari Peta

Adapun sejumlah proyek yang tengah dikerjakan Wika di luar negeri di antaranya, Niger, Presidential Palace, Taiwan, Sanying Metro Line, Malaysia, Limbang Cable Stay Bridge, Filipina, Clarin Bridge, Myanmar, Yangon Railway Upgrading dan Yangon Mandalay Circular Improvement, dan Timor Leste, Soibada Bridge.

Wika sebelumnya telah memiliki rekam jejak proyek prestisius lainnya di negara tersebut. 

Berapa di antaranya,  adalah Bandara Oecusse yang menjadi pembangunan bandara komplit Wika pertama di luar negeri, PLTD Hera dan Comoro Bridge. 

Baca Juga : PSBB Jakarta, LIB Gelar Medical Workshop 2020 Secara Virtual

Selain itu, Wika juga memiliki salah satu proyek yang menjadi tonggak sejarah di luar negeri yaitu East-West Motorway Aljazair yang merupakan proyek sipil terbesar di dunia pada saat itu dan menjadi proyek pertama perseroan di luar negeri. [KPJ]