RMco.id  Rakyat Merdeka - Perkeretaapian di Indonesia sudah makan asam-garam. Mulai dari era kolonial, hingga saat balatentara Jepang menduduki Indonesia.

Tiga tahun sebelum Indonesia merdeka atau pada tahun 1942, balatentara Jepang menguasai Indonesia. Seluruh perusahaan kereta api (KA) berada di bawah komando militer.

Berita Terkait : Pengusaha Minta Kebijakan Lintasan Penyeberangan Dievaluasi, Ini Alasannya

Di zaman pendudukan Jepang, banyak sarana dan prasarana perkeretaapian yang terbengkalai akibat tidak dirawat, dirusak, bahkan dibongkar untuk dipindahkan ke daerah lain.

Setelah bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, beberapa hari kemudian terjadi pengambilalihan stasiun dan kantor KA yang dikuasai Jepang. Puncaknya adalah pengambilalihan Kantor Pusat Kereta Api Bandung.

Berita Terkait : DKI PSBB Total, KAI Sudah Lebih Dari Siap

Peristiwa bersejarah itu terjadi pada 28 September 1945, ketika Mohammad Ismangil dan sejumlah pemuda KA membaca pernyataan sikap, yang menegaskan bahwa mulai tanggal tersebut, kekuasaan perkeretaapian ada di tangan Indonesia.

Orang Jepang tidak diperkenankan lagi campur tangan dengan urusan perkeretaapian di Indonesia.

Berita Terkait : Pilkada Serentak 2020, PSI Dukung 143 Pasangan Calon Kepala Daerah

Hal itu sekaligus menandai berdirinya Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI),  perusahaan kereta api milik negara.

Perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia tak bisa lepas dari peranan kereta api. Kala itu, KA memegang peranan penting khususnya untuk angkutan para pejuang dan barang logistik.
 Selanjutnya