RMco.id  Rakyat Merdeka - Perjalanan panjang perkeretaapian mulai dari era mempertahankan kemerdekaan hingga masa pembangunan saat ini telah menunjukkan kontribusi nyata bagi bangsa Indonesia.

Setelah 75 tahun merdeka, moda kereta api masih menjadi tulang punggung transportasi, baik itu angkutan penumpang maupun angkutan barang.

Berderet inovasi dan kemajuan menjadi sebagian dari kontribusi nyata kereta api untuk turut mewujudkan konektivitas yang dapat menghubungkan negeri demi pembangunan yang lebih merata.

Baca Juga : Vanessa Angel, Dapat Oleh-oleh Dari Angie

Hampir satu dekade ini kereta api terus bertransformasi dan dari tahun ke tahun menghadirkan pembaruan di aspek transportasi Indonesia. Tak hanya berhasil memoles wajah transportasi Indonesia menjadi lebih modern, tapi juga bisa menghubungkan lebih banyak tempat.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai bagian dari sistem dan ekosistem transportasi nasional mengkoneksikan masyarakat lewat transportasi berbasis rel.

“Kereta api memiliki nilai unggul yang bisa dimaksimalkan dalam aspek transportasi massal, antara lain kapasitas angkut yang besar, jadwal perjalanan yang lebih terprediksi, melaju di jalur sendiri dengan sistem operasi yang terus dipantau, dan tentunya safety first. Oleh Pemerintah, nilai unggul inilah yang secara bertahap ingin dihadirkan di berbagai wilayah di Indonesia dan KAI turut mendukung penugasan demi manfaat bagi masyarakat tersebut, ” ujar Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo.

Baca Juga : Demokrat Tolak Wacana Pilkada Dan Pemilu Serentak

Dalam satu dekade terakhir, integrasi antar moda sudah menjadi cikal bakal konektivitas negeri. Sebut saja KA Bandara Kualanamu, KA Bandara Soekarno-Hatta, LRT Palembang, KA Bandara Internasional Minangkabau, KA Bandara Internasional Kulonprogo, dan KA Bandara Adisumarmo, dan LRT Jabodebek yang saat ini tengah digarap.

LRT Palembang bahkan merupakan salah satu moda transportasi berbasis rel dengan teknologi yang baru pertama kali hadir di Indonesia.

Selain itu, beberapa proyek reaktivasi untuk menghidupkan kembali jalur-jalur yang sudah mati pun tengah digarap, salah satunya jalur Cibatu-Garut. Ini tentu penting untuk bisa menghubungkan kembali daerah-daerah yang dulunya sudah merasakan manfaat sistem transportasi KA agar kembali bisa dimaksimalkan untuk pengembangan daerah-daerah di sekitar jalur tersebut.

Baca Juga : Indonesia Sedang Tidak Baik-baik Saja

Seiring dengan perkembangan zaman, KAI terus mendukung akselerasi kemajuan transportasi, salah satunya di aspek layanan angkutan penumpang yang lebih tertata, efektif, dan modern.

Dalam hal ini, KAI bersinergi dengan sesama BUMN, Pemerintah Daerah, maupun swasta untuk mewujudkannya. Misalnya dalam pengerjaan proyek LRT Jabodebek, pembangunan stasiun terpadu, dan sebagainya. Misalnya saja Stasiun Pasar Senen yang pada Rabu, 17 Juni 2020 telah diresmikan menjadi Stasiun Terpadu.

Kondisi Stasiun Pasar Senen kian rapi dan tertata setelah KAI bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT Mass Rapid Transit Jakarta (Perseroda) berkolaborasi dalam melakukan penataan kawasan stasiun kereta api di DKI Jakarta. Kerja sama ini akan mengelola dan menata 72 stasiun, termasuk kereta api bandara, dan kereta commuterline.
 Selanjutnya