RMco.id  Rakyat Merdeka - Dompet Dhuafa akan mempersiapkan perluasan sawah irigasi pertanian menjadi 1.000 hektar (Ha). Program ini untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat pesantren, antisipasi pandemi yang berkepanjangan, dan kemerdekaan pangan.

Dompet Dhuafa melalui Social Trust Fund (STF) bersama OK Oce dan Pondok Pesantren Alam (PPA) Al Muhtadin, membangun sinergi Ketahanan Pangan di Desa Ciracap, Sukabumi, Jawa Barat.

Berita Terkait : Gandeng OKE OCE, Dompet Dhuafa Kembangkan Sektor Pertanian Di Sukabumi

Direktur Social Enterprise Dompet Dhuafa Guntur Subagja mengatakan, pengembangan program ketahanan pangan berbasis pesantren, bertujuan membangun ketahanan pangan. “Setidaknya dimulai dari keluarga sendiri, kemudian berkembang skala desa, kecamatan, kabupaten dan harapannya dapat berlangsung hingga ke skala nasional," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (15/8).

Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Nasyith Majid mengatakan, kedaulatan pangan menjadi salah satu objek vital yang sering diperbincangkan. Mengingat pertanian sendiri merupakan aset pangan nasional bagi kesejahteraan bangsa Indonesia.

Berita Terkait : Sejahterakan Peternak, Kementan Rancang Program 1.000 Desa Sapi Di Lima Provinsi

Karena itu, Dompet Dhuafa melalui STF, menjalin kolaborasi besar yang berdaya saing kuat. Agar tercipta peluang-peluang kemakmuran bagi petani.  Sehingga tercipta kesejahteraan yang berkesinambungan bagi masyarakat desa.

"Mudah-mudahan ini menjadi modal awal untuk masyarakat Indonesia menjadi masyarakat berdikari, maju, adil dan Makmur,” tambah Guntur.

Berita Terkait : Kementan Dan TNI AD Kerja Sama Dukung Pelaksanaan Program 1.000 Desa Sapi

Selain di sektor pertanian, kata Guntur, Dompet Dhuafa juga bergerak di sektor kesehatan. Kami memiliki 9 rumah sakit gratis untuk Dhuafa. Di peternakan, Dompet Dhuafa memberdayakan para peternak di seluruh nusantara. “Lebih dari 42.000 ekor hewan kurban setara doka, berhasil dipasarkan untuk kurban," pungkas Guntur.

Untuk diketahui, Jumat (14/8), Dompet Dhuafa menggelar panen perdana dari hasil para petani binaan dan para santri yang ditanam di sawah irigasi seluas 50 hektar. Di Desa Ciracap, Sukabumi, Jawa Barat. [DIT]