RMco.id  Rakyat Merdeka - KPK diserang corona. Ada 24 orang di lingkungan KPK positif kena virus asal China itu. Salah satunya, penyidik Novel Baswedan. Meski begitu, KPK memastikan tetap bekerja. Tidak lumpuh. 

Berdasarkan hasil tes swab yang digelar Kamis (27/8) tehadap 194 pegawai KPK, 10 di antaranya positif terpapar corona. Mereka terdiri dari empat pegawai di Direktorat Penyidikan dan enam pegawai outsourcing pada biro umum. Salah satu yang positif, penyidik Novel Baswedan. 

"Benar, informasi yang kami terima yang bersangkutan (Novel) merupakan salah satu penyidik yang berdasarkan swab test diketahui positif corona," ujar Plt juru bicara KPK Ali Fikri, kemarin.

Kesepuluh orang ini menambah daftar positif corona di lingkungan komisi pimpinan Firli Bahuri cs. 

Dalam tes swab sebelumnya, ada sembilan pegawai, empat pegawai outsourcing, dan seorang tahanan yang positif Covid-19. "Jadi saat ini total ada 23 pegawai KPK, baik pegawai tetap maupun outsourcing, dan 1 orang tahanan yang positif Covid-19," bebernya. 

Berita Terkait : Positif Corona, Trump Kena Batunya

Seluruh pegawai yang positif corona itu saat ini melakukan isolasi mandiri. Mereka dipantau KPK yang berkoordinasi dengan pusat kesehatan di lingkungan masing-masing. Sementara seorang tahanan, diisolasi dan dirawat di RS Polri Kramat Jati. 

Karena mulai banyak yang terjangkiti virus ini, KPK mengambil kebijakan menerapkan bekerja di rumah atau Work From Home (WFH) untuk sebagian besar pegawainya. Dimulai Senin (31/8) pekan depan hingga Rabu (2/9). 

Selama tiga hari itu, akan kembali dilakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh area gedung. Baik gedung Merah Putih, ACLC, dan Rutan cabang KPK, termasuk yang cabang Pomdam Jaya Guntur.

Yang masih bekerja dari kantor, hanya beberapa pegawai pada Kedeputian Penindakan.

"Untuk sementara akan dilakukan dengan sistem shift atau piket dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya.

Berita Terkait : Duh, Empat Pemain Bajol Ijo Kesengat Corona

Pegawai lain akan kembali bekerja di kantor, Kamis (3/9) dengan sistem kehadiran fisik proporsi 50 persen WFH dan 50 persen di kantor. Jam bekerja pegawai yang bekerja di kantor adalah 8 jam dengan ketentuan; Senin sampai Kamis yaitu shift I pukul 08.00-17.00 WIB dan shift II pukul 12.00-20.00 WIB. Sedangkan Jumat, shift I jam 08.00-17.30 WIB dan shift II jam 11.00-20.30 WIB.

Untuk beberapa perkara di penyidikan, sementara dilakukan jadwal ulang pemeriksaan saksi-saksi dari tersangka. "Namun khusus yang karena keterbatasan waktu penyelesaiannya sesuai ketentuan undang-undang, maka tetap segera diselesaikan dengan protokol yang diperketat," beber Ali. 

Ali pun memastikan, KPK tidak lumpuh meski corona menyerang sejumlah pegawainya itu. "KPK memastikan aktivitas kerja-kerja penanganan perkara tindak pidana korupsi tetap berjalan, mengingat ada batasan waktu sebagaimana tersebut di dalam ketentuan undang-undang," tegasnya.

Terpisah, Ketua KPK Firli Bahuri juga memastikan penanganan perkara tidak akan terganggu meski ada sejumlah pegawainya yang dinyatakan positif corona. "Penyidikan tetap dikerjakan oleh Direktorat Penyidikan, kan ada penyidik yang lainnya," tegas Firli, kemarin. 

Firli menuturkan, Deputi Penindakan KPK Karyoto dan Plt Direktur Penyidikan KPK Setyo Budiyanto akan mengatur mekanisme penanganan perkara setelah Novel dinyatakan positif. "Pekerjaan tetap dituntaskan dan kita harus tetap sehat. Deputi Penindakan dan Direktur Penyidikan yang mengatur," tandas Jenderal polisi bintang tiga ini. 

Berita Terkait : Cegah Penularan Corona, JK Sarankan Pilkada Diundur

Mengetahui dirinya positif corona, Novel Baswedan meminta doa agar bisa cepat sembuh. Dia pun langsung melakukan isolasi mandiri. “Kemarin dilakukan tes swab terhadap seluruh penyidik KPK karena sudah ada penyidik yang positif.

Hari ini saya dapat kabar bahwa hasil swab saya positif, sedangkan saya merasa sehat dan tanpa gejala,” ujar Novel melalui akun Twittenya @nazaqistsha. [OKT]