Menguji Ketangguhan New Avanza Dari Yogyakarta Ke Cirebon

Test drive Toyota New Avanza dan Toyota New Veloz
Klik untuk perbesar
Test drive Toyota New Avanza dan Toyota New Veloz

RMco.id  Rakyat Merdeka - Toyota terus melakukan penyempurnaan pada produk andalannya, Avanza dan Veloz. Mobil sejuta umat ini kini makin nyaman stabil, kedap, irit dan tentunya tetap tangguh.

PT Toyota Astra Motor (TAM) menggelar Journalist Test Drive (JTD) New Avanza dan New Veloz pada 27-28 Februari 2019. Rute yang dilalui Yogyakarta-Magelang-Semarang-Cirebon. Perjalanan test drive  dirancang menyusuri jalan kolektor, jalan arteri maupun jalan tol di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat yang merupakan bagian dari Trans Jawa.

JTD diikuti 22 jurnalis media cetak dan online nasional. Salah satunya jurnalis Rakyat Merdeka, Aditya Nugroho. Perjalanan JTD hari pertama di Jawa Tengah dimulai dari Bandara Internasional Adi Sucipto Yogyakarta. Rombongan sampai di Bandara Internasional Adi Sucipto Yogyakarta sekitar pukul 10.00 WIB.

Di bandara kami cuma istirahat sebentar. Toyata langsung membagi kami ke dalam enam mobil New Avanza dan Veloz. Saya masuk ke kelompok lima. Bersama jurnalis Koran Sindo dan Bisnis Indonesia.

Kami hanya bertiga. Dan yang bisa bawa mobil hanya dua orang. Saya dan jurnalis Koran Sindo. Akhirnya kami sepakat bagi tugas membawa mobil. Hari pertama saya dan kedua jurnalis Koran Sindo.

Berita Terkait : Toyota Luncurin New Alphard dan New Vellfire

Mobil yang kami dapat pada hari pertama adalah New Veloz warna merah dengan transmisi matik. Di dalam mobil diberikan petunjuk rute dan tempat yang akan dituju pada hari pertama ini. Tujuan pertama kami adalah menuju Manohara Borobudur Resto untuk makan siang. Tempatnya ada di Magelang. Tepatnya di bawah Candi Borobudur. Jaraknya sekitar 33 kilometer (km) dari bandara.

Tak pikir panjang, saya langsung tancap ke sana dengan bermodal peta petunjuk dari Toyota yang ada di mobil. Ternyata tidak mudah membaca petunjuk yang diberikan Toyota tersebut. Kami pun tersasar di Yogyakarta. Mumpung belum jauh, saya minta jurnalis Bisnis Indonesia untuk membuka aplikasi Waze dan Google Map. Dan ternyata betul, kami salah jalan. Bukan cuma kelompok kami saja yang salah, kelompok empat juga. Kami diarahkan masuk jalan perumahan untuk kembali ke jalan besar Yogyakarta-Magelang.

Setelah putar-putar, akhirnya kami langsung ketemu jalan utama. Saya langsung menaikkan kecepatan. Kebetulan jalannya tidak macet meskipun sudah mau masuk jam makan siang. Hanya tersendat di beberapa tempat dan lampu merah sedikit.

Aplikasi Waze juga mengarahkan kami ke jalan pedesaan. Kiri kanannya sawah. Hijau-hijau. Sekitar pukul 11.30 WIB, kami tiba Manohara Borobudur Resto yang berada di Komplek Candi Borobudur. Kami urutan nomor lima yang tiba di sini. Di sini peserta istirahat dan makan siang. Cuaca di Borobudur gerimis. Tapi udaranya tetap panas.

Sekitar pukul 13.00 WIB, kami mulai jalan lagi menuju tempat selanjutnya. Balkondes TukSongo. Jaraknya 5 km dari Manohara Borobudur. Desa ini ada di tengah sawah. Di sini para jurnalis diajak melihat pembuatan gerabah dan ditantang untuk membuat vlog soal desa ini. Di sini kami tidak terlalu lama dan bergeser ke Pendopo Plataran Borobudur. Jaraknya hanya 2 km dari tempat sebelumnya. Kami berkesempatan untuk belajar memasak masakan tradisional khas Magelang dengan arahan dari seorang chef berpengalaman.

Baca Juga : Tinggikan Pintu Stasiun MRT

Sehabis Ashar, kami kembali bergegas untuk menuju Hotel PO Semarang yang berada di Jl Pemuda Sekayu Kota Semarang. Menempuh jarak sekitar hampir 115 km dengan perkiraan waktu tempuh sekitar 3 jam. Rute Magelang ke Semarang sangat bervariasi mulai jalan perkotaan, sampai dengan penggunungan dan jalan tol.

 Mobil ini sangat enak dipakai di semua jalan. Bahkan, jalur pegunungan dilalui dengan mudah karena mobil imi menggunakan penggerak roda belakang sesuai dengan kondisi jalanan Indonesia. Tenaganya padat dan shock-nya juga lebih enak melewati jalan bergelombang. Yang tidak kalah pentingnya bensinnya irit sekali.

Ketika di dalam tol, saya juga tancap gas dalam-dalam tak terasa jarum kecepatan sudah menunjukan angka 130 km/jam. Angka itu masih terus naik perlahan. Dan mobil masih tetap stabil. Toyota sangat serius dalam meningkatkan performa dan kenyaman New Avanza dan Veloz. Sekitar pukul 18.30 WIB kami sampai di Hotel PO.

Hari Kedua

Pada hari kedua, kami kebagian mobil New Avanza warna biru. Hari JTD dilakukan di dalam kota Semarang. Mulai dari Gereja Blenduk, Masjid Agung, sampai Kelenteng Sam Poo Kong. Setelah itu kami menuju menuju Ohana Café untuk istirahat dan makan siang serta pengumuman pemenang. Sekitar pukul 02.00 WIB, kami kembali bergegas untuk menuju stasiun Cirebon untuk kembali ke Jakarta.

Baca Juga : Masyarakat Rame-rame Nolak Larangan Dokumentasi Persidangan

Jaraknya sendiri sekitar 203 km. Namun, jalanan lebih banyak tol. Kini giliran jurnalis Koran Sindo yang membawa mobil. Di dalam tol, dia menggebar New Avanza. Apalagi, jalan tolnya juga sepi.

“Harapan kami, melalui perjalanan ini rekan-rekan jurnalis dapat memenuhi rasa penasaran terhadap performa New Avanza-Veloz yang diluncurkan Januari lalu,” kata Director Marketing PT Toyota-Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy.  

Menurut Anton, improvement pada bagian rangka dan kaki-kaki yang dilakukan dengan menyempurnakan coil spring dan shock absorber membuat New Avanza dan New Veloz lebih stabil dan nyaman. Keduanya juga menggunakan Electric Power Spring sehingga lebih enak dikendarai baik dalam kecepatan rendah maupun kecepatan tinggi.

Selain itu, sejumlah feature baru juga disematkan untuk New Avanza dan New Veloz seperti, smart entry, desain outer mirror (lampu spion) yang lebih menarik dan khususnya untuk Veloz 1.5 menggunakan auto folding mirror. [DIT]