RMco.id  Rakyat Merdeka - Maskapai Garuda Indonesia mulai membuka kembali rute penerbangannya ke China. Frekuensi terbangnya hanya sehari dalam seminggu.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, sejumlah penerbangan internasional ke China masih ditutup sampai saat ini. 

Namun, China telah mengeluarkan kebijakan untuk maskapai asing kembali terbang dengan batasan maksimal satu maskapai dengan satu rute yang memiliki frekuensi satu kali dalam seminggu. 

Baca Juga : Melalui FGD, Fadel Gali Pandangan Akademisi dan Birokrat Soal Haluan Negara

Kebijakan itu dikeluarkan setelah China menutup penerbangannya selama hampir empat bulan lebih. 

Irfan mengaku, cukup kaget karena memperoleh rute ke Chengdu. Sementara, anak usaha Garuda yaitu Citilink mendapat rute ke Kunming yang bukan merupakan kota-kota utama di China.

"Kebijakannya satu maskapai satu kota sekali dalam seminggu. Tapi nggak masalah dan nggak perlu diributkan dengan rute ke kota mananya karena warga China yang mau balik juga tak mempermasalahkan. Infrastruktur darat di China masif ya jadi dari mendarat di kota manapun tetap bisa menjangkau wilayah tujuan masing-masing," katanya dalam diskusi secara virtual di Jakarta, Selasa (1/9).

Baca Juga : PBB: Myanmar Hapus Desa-desa Rohingya dari Peta

Irfan menjelaskan, untuk rute-rute internasional lainnya, Garuda masih menutup rute dari dan ke daerah wisata akibat pengurangan aktivitas wisatawan asing. 

Maskapai pelat merah tersebut mencontohkan belum membuka rute ke Bali-Jepang.

Irfan mengakui, selama pandemi pengurangan frekuensi rute internasional telah dilakukan. Utamanya rute ke Belanda yang saat ini masih seminggu sekali dari sebelumnya enam kali dalam seminggu.

Baca Juga : PSBB Jakarta, LIB Gelar Medical Workshop 2020 Secara Virtual

Penerbangan ini merupakan repatriasi yang penumpangnya membayar secara personal bukan dibiayai oleh negaranya. [KPJ]