RMco.id  Rakyat Merdeka - Harga emas yang terus melambung, tidak menyurutkan minat masyarakat untuk mengkoleksi logam mulia. Fenomena itu terjadi karena banyak masyarakat memandang komoditas itu merupakan investasi yang aman di tengah ketidakpastian ekonomi.

Senior Lead Fintech Tokopedia, Marissa Dewi mengakui, sejak diluncurkan tahun lalu, penjualan emas sedang naik daun. Pertumbuhan transaksinya mencapai puluhan kali lipat.

“Kami melihat antusiasme masyarakat untuk investasi emas tambah tinggi. Dari data kami, selama satu tahun ke belakang, pengguna yang terdaftar di Tokopedia Emas semakin banyak. Sampai transaksi Tokopedia Emas bertumbuh hampir 30 kali lipat,” kata Marissa kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Dia menuturkan, tumbuhnya minat masyarakat tidak lepas dari kepercayaan mereka terhadap platform, tempat mereka membeli emas. Menurutnya, kepercayaan itu semakin besar sejak pihaknya bekerja sama dengan Pegadaian serta diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, peningkatan penjualan juga ditopang kemudahan tran­saksi lewat fitur-fitur baru. “Sejumlah fitur kami rancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat saat bertransaksi,” katanya.

Baca Juga : Banyak Obat Kuat, Rupiah Bakal Makin Joss

Dengan adanya kemudahan tersebut, lanjut Marissa, membuat masyarakat merasa terbantu dalam berinvestasi. Kemudian juga faktor kreativitas di dalam melakukan penawaran. Di Tokopedia, bisa membeli emas mulai dari harga Rp 5 ribu.

“Masih banyak kan orang yang bingung mau berinvestasi. Apakah harus dengan uang yang besar baru berinvestasi dulu, sebetulnya kan nggak begitu juga,” katanya.

AVP Investment & Financing Solutions Bukalapak Dhinda Arisyiya juga mengakui, penjualan emas di Bukalapak menanjak. Hal itu tidak lepas dari dukungan layanan khusus bernama BukaEmas.

“Transaksi emas online sepanjang 2020 menunjukkan pertumbuhan yang signi­fikan.Pa­dahal,harga emas sudah mengalami kenaikan sekitar lebih dari 30 persen sejak awal tahun,” kata Dhinda kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurutnya, tren kenaikan pembelian dampak dari pandemi Covid-19. Konsumen cenderung mencari instrumen investasi bersifatsafe haven seperti emas.

Baca Juga : Airin Ajak Mantan Pasien Covid-19 Sosialisasi Protokol Kesehatan

Dia optimistis minat masyarakat membeli emas di platform Bukalapak akan terus meningkat.

Menurutnya, saat kondisi mengalami ketidakpastian yang tinggi sebagai efek dari pandemi Covid-19, masyarakat cenderung mengurangi pengeluaran yang tidak mendesak dan melakukan investasi jangka panjang.

“Sehingga kami optimistis terhadap pertumbuhan transaksi emas tahun ini. Potensi transaksi pada platform emas digital akan terus bertumbuh,” jelasnya.

Soal harga emas, Dhinda yakin tingginya harga bukanlah penentu utama pertumbuhan transaksi emas di Bukalapak. Tetapi faktor edukasi yang kerap dilakukan di platform.

Edukasi kepada pengguna bertujuan meningkatkan kesadaran untuk menabung secara rutin demi mencapai target keuangan. Dia menjelaskan, di Bukalapak, konsumen dapat bertransaksi emas mulai dari Rp 100.

Baca Juga : Pilkada Majene: Petahana TSM, Partai Pendukung Bakal Calonin Istrinya

Perusahaan juga bekerja sama dengan Pegadaian dan diawasi OJK. Melalui fitur “Tabungan Emas”, pengguna bisa berinvestasi emas di 1,5 juta warung Mitra Bukalapak dan ribuan outlet Pegadaian di seluruh Indonesia.

Sekadar informasi, harga emas sudah menyentuh rekor tertinggi pada 7 Agustus lalu yaitu di level Rp 1.065.00 per gram. [JAR]