RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto siap memperbaiki sektor perunggasan yang dalam dua tahun ini terus mengalami kerugian.

Menurut Airlangga, perunggasan nasional memang perlu diperbaiki sehingga menciptakan suasana kondusif bagi seluruh pelaku bisnisnya. “Saya akan pelajari dan komunikasikan dengan kementerian-kementerian terkait,” ujarnya.

Airlangga yang didampingi Deputi Bidang Pangan dan Agribisnis Musdhalifah Machmud menyampaikan hal itu saat menerima pimpinan Perhimpunan insan Perunggasan rakyat (Pinsar) indonesia di ruang kerjanya.

Berita Terkait : Ini Kota Besar Di Jawa Dan Bali Yang Kena PSBB Ketat

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Pinsar Indonesia Singgih Januratmoko menyampaikan beberapa akar masalah perunggasan yang sudah dua tahun mengalami kerugian. “Alasan bertemu dengan Menko Perekonomian, kami mau persoalan perunggasan ini segera berakhir,” ungkap Singgih, yang juga anggota Komisi VI DPR.

Langkah yang harus segera diambil oleh pemerintah adalah menyeimbangkan supply dan demand serta memperbaiki harga ayam hidup di tingkat peternak. “Saya sampaikan ke Pak Airlangga bahwa Kementerian Perdagangan tidak konsisten dengan pelaksanaan dan pengawasan regulasi tentang harga acuan,” tegasnya.

Terkait dengan desakan dari Brazil untuk memasukkan ayamnya ke Indonesia, Singgih juga minta pemerintah mengambil langkah strategis sebagai upaya perlindungan kepada peternakan unggas nasional.

Berita Terkait : Airlangga: Vaksinasi Jalan, Disiplin Prokes Jangan Kendor

Menurutnya, sumber protein hewani yang paling murah dan mudah terjangkau bagi masyarakat adalah daging ayam dan telur. Kontribusi daging ayam dan telur dalam pemenuhan protein hewani rakyat indonesia sekitar 70 persen. Sedangkan kapitalisasi dari usaha peternakan ayam di indonesia mulai dari hulu sampai hilir mencapai Rp 500 triliun."Iitulah sebabnya sub sektor perunggasan mempunyai peran penting dan strategis,” kata Singgih.

Menanggapi hal itu, Airlangga dalam waktu dekat akan melihat langsung ke peternakan unggas. “Kami akan datang untuk bertemu dengan peternak,” ujar Airlangga.

Hal terakhir yang disampaikan Pinsar adalah dukungan permodalan bagi peternak Usaha Kecil Menengah (UKM) dan koperasi. Pinsar yang sudah membentuk koperasi mengharapkan pinjaman dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).

Berita Terkait : Bandara Ngloram Siap Beroperasi

Dalam hal ini, Airlangga langsung merespons dan mengarahkan peternak memanfaatkan Kredit Usaha rakyat (KUr). “Mudah-mudahan LPDB juga bisa dimanfaatkan karena dana mereka masih terbatas,” katanya. [NOV]