RMco.id  Rakyat Merdeka - Rupiah sukses unjuk gigi di hari pertama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total di Jakarta, mulai Senin (14/8). Nilainya menguat 35 poin atau naik 0,24 persen menjadi Rp 14.855 per dolar AS, dari posisi Rp 14.890 pada Jumat (11/9) sore.

Indeks dolar, yang mengukur dolar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pagi hari ini turun tipis ke level 93,24. Dibanding level penutupan di sesi sebelumnya, yang bertengger di angka 93,27.

Berita Terkait : Awal Pekan, Rupiah Dibuka Melesat

Di kawasan Asia, rupiah menguat bersama mayoritas mata uang lainnya. Seperti Won Korea Selatan yang naik 0,19 persen, yuan China 0,05 persen, dolar Singapura 0,04 persen, peso Filipina 0,04 persen, ringgit Malaysia 0,03 persen, yen Jepang 0,03 persen, dan baht Thailand 0,02 persen.

Rupiah juga digdaya menghadapi euro, menguat 40 poin atau naik 0,22 persen di level Rp 17.592 per euro. Terhadap yuan China, rupiah juga naik 0,18 persen menjadi Rp 2.174. Sementara terhadap dolar Australia, naik 0,29 persen menjadi Rp 10.812. Sedangkan terhadap dolar Singapura, rupiah menanjak 0,16 persen menjadi Rp 10.865.

Berita Terkait : Hujan Deras Semalam, 56 RT di Jakarta Terendam Banjir

Namun, Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, rupiah masih mungkin menghadapi pelemahan. 

"Potensi pelemahan hari ini rupiah bisa saja berada di kisaran Rp14.800-15 ribu. Melihat masih adanya tekanan. Antara lain, kepastian mengenai kebijakan moneter Bank Sentral AS, yang akan diumumkan Kamis (17/9) mendatang,” imbuhnya Senin, (14/9). [DWI]