Jaga Ketahanan Pangan, Bulog Resmikan 2 Gudang Baru

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso, saat meresmikan 2 gudang baru Bulog di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Senin (4/3). (Foto: Humas Bulog)
Klik untuk perbesar
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso, saat meresmikan 2 gudang baru Bulog di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Senin (4/3). (Foto: Humas Bulog)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dalam rangka mendukung stabilisasi pangan, Perum Bulog menambah 2 gudang baru untuk memenuhi kebutuhan operasional di wilayah Jawa Tengah. Gudang yang pertama berada di Komplek Pergudangan Bumirejo, Kabupaten Pati. Sedangkan gudang kedua, berada di Komplek Pergudangan Klahang, Sokaraja, Kabupaten Banyumas.

Peresmian kedua gudang baru tersebut dilakukan secara bersamaan oleh Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso, yang dipusatkan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Senin (4/3).

Berita Terkait : Dukung Ketahanan Pangan di Jakarta, Bank DKI Perkuat Sinergi BUMD

Gudang Bulog di Bumirejo, Kabupaten Pati, merupakan perluasan dari gudang sebelumnya, yang menempati area seluas 1,5 hektar, dengan total kapasitas kini mencapai 5.500 ton. Gudang sebelumnya berkapasitas 3.500 ton, dan bangunan baru di sampingnya berkapasitas 2.000 ton.

Dalam area tersebut, juga terdapat unit pengolahan, kantor gudang, laboratorium pemeriksaan kualitas, rumah dinas, mushola, toilet umum, dan pos jaga. Dalam pembangunannya, gudang baru ini menghabiskan anggaran Rp 4,9 miliar, dengan waktu pengerjaan selama 6 bulan.

Baca Juga : Airlangga Beri Kuliah Umum di Seskoal

Adapun gudang Bulog di Klahang, Sokaraja, Kabupaten Banyumas memiliki kapasitas 3.500 ton. Gudang dengan lebar 30 meter, panjang 54 meter, serta tinggi 7 meter tersebut diprioritaskan untuk menampung komoditas kedelai.

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso mengatakan, keberadaan gudang baru tersebut sejalan dengan komitmen Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Hal ini dipertegas dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2016 tentang Penugasan kepada Perusahaan Umum (Perum) Bulog dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional.

Baca Juga : Sejumlah Wilayah Di Indonesia Rentan Rawan Pangan

"Kedua gudang baru ini juga telah mempertimbangkan aspek strategis dan ekonomis. Lokasi komplek gudang yang dekat dengan lahan persawahan petani serta akses jalan, membuatnya makin mudah dijangkau oleh masyarakat," jelas Budi.
 Selanjutnya