RMco.id  Rakyat Merdeka - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kembali diterapkan di DKI Jakarta tak mengurangi layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek).

Direktur Pelayanan BP Jamsostek, Krishna Syarif mengatakan, pelayanan terhadap masyarakat tetap maksimal dijalankan melalui Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik). Program ini telah diperkenalkan sejak Maret lalu.

"BP Jamsostek tetap beroperasi dan memberikan layanan kepada peserta dengan protokol kesehatan yang lebih ketat. Klaim menggunakan prosedur Lapak Asik lebih mudah dan dapat dilakukan di rumah tanpa harus datang ke kantor cabang. Jadi, terhindar dari risiko terpapar Covid-19," ujarnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (15/9).

Berita Terkait : Wagub Ariza : DKI Kontributor Terbesar Iuran BP Jamsostek Nasional

Sementara, kata Krishna, bagi tenaga kerja yang mengalami PHK massal atau ingin mengajukan klaim secara berkelompok dapat dikoordinasikan oleh HRD perusahaan untuk memanfaatkan fasilitas layanan klaim JHT secara kolektif. 

Fasilitas ini ditujukan pada perusahaan skala besar maupun menengah yang terpaksa melakukan PHK kepada minimal 30 persen tenaga kerjanya. Dengan begitu, tenaga kerja tidak perlu datang ke kantor cabang dan menyerahkan seluruh dokumen pendukung klaim JHT kepada HRD untuk diproses lebih lanjut.

Krishna menjelaskan, sampai 31 Agustus 2020, jumlah pengajuan klaim JHT telah mencapai angka 1,69 juta kasus dengan nominal mencapai Rp 21,1 triliun. 

Berita Terkait : Imbas PSBB Jilid II, Operasional Kereta Bandara Dipangkas

Nah, dari ketiga kanal Lapak Asik yang disediakan, kanal online menjadi sarana yang paling banyak digunakan oleh peserta yaitu sebesar 83 persen dari total pengajuan yang dilakukan. Selain itu, 17 persen sisanya menggunakan kanal offline dan kolektif.

"Prosedur Lapak Asik ini sangat mudah dengan mengedepankan keamanan data dan dana peserta. Kami mengimbau agar peserta tidak menggunakan jasa calo karena seluruh klaim JHT ini tidak dipungut biaya," tegasnya.

Kepala BP Jamsostek Kantor Cabang Jakarta Pulo Gebang, Jefri Iswanto mengungkapkan, sampai 31 Agustus, jumlah pencairan klaim JHT di kantor cabang Jakarta Pulo Gebang sebanyak 11.373 klaim dengan nominal mencapai Rp 175,210 miliar. 

Baca Juga : Tenang, Kunci Pasien Covid-19 Cepat Sembuh

Sementara, kata Jefri, melalui kanal layanan Service Point Office (SPO) yang bekerjasama dengan BP Jamsostek Kantor Cabang Jakarta Pulo Gebang sebanyak 480 klaim dengan nominal Rp 5,9 miliar. 

Jadi, total keselurahan klaim JHT di Kantor Cabang Jakarta Pulo Gebang sebesar Rp 181,2 miliar dari 11.853 klaim JHT. "Kami juga telah memaksimalkan pelayanan online kanal Lapak Asik dalam melayani proses klaim JHT maupun proses klaim lainnya sesuai dengan instruksi Deputi Direktur BP Jamsostek Wilayah DKI Jakarta Cotta Sembiring," ujarnya. [KPJ]