RMco.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengingatkan agar produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) tidak menggunakan iklan yang mendiskreditkan produk sesama industrinya. Apalagi bertujuan menjatuhkan kredibilitas produk lain yang sudah memiliki izin BPOM.

Menurut Direktur Pengawasan Pangan Risiko Tinggi dan Teknologi Baru BPOM Ema Setyawati, iklan yang mendiskreditkan merupakan pelanggaran terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan. Ia menyebutkan, Pasal 44 Bab III ayat (1) dari PP 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan, bunyinya: “Setiap Iklan tentang pangan yang diperdagangkan wajib memuat keterangan mengenai pangan secara benar dan tidak menyesatkan, baik dalam bentuk gambar dan atau suara, pernyataan, dan atau bentuk apa pun lainnya”. Kemudian, Pasal 47 ayat (1) menyatakan bahwa iklan produk pangan dilarang dibuat dalam bentuk apa pun untuk diedarkan dan atau disebarluaskan dalam masyarakat dengan cara mendiskreditkan produk pangan lainnya.

Baca Juga : OVOO Pertamina,185 Ribu Pangkalan LPG 3 Kg di 55 Ribu Desa Telah Beroperasi

“Setiap orang yang melanggar ketentuan-ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah itu akan dikenakan tindakan administratif berupa peringatan secara tertulis dan pengenaan denda paling tinggi Rp 50 juta dan atau pencabutan izin produksi atau izin usaha,” ucap Ema dalam webinar Diskusi Media bertajuk “Menyelaraskan Keamanan Kemasan dengan Pelestarian Alam”, Selasa (15/9).

Iklan bernada mendiskreditkan itu dilakukan salah satu produk air minum kemasan galon sekali pakai. Iklan tersebut menayangkan bahwa AMDK galon sekali pakai itu lebih aman dan lebih sehat, sedang galon guna ulang berbahaya untuk kesehatan.

Baca Juga : Arjuna: GMNI Bakal Jadi Juru Pikir, Bukan Juru Pukul

Ema berharap, yang disampaikan dalam iklan itu berimbang. Sehingga masyarakat dicerdaskan dengan iklan-iklan tersebut. Artinya, kalau industri AMDK itu menyampaikan kelemahan produk pihak lain, seharusnya perusahaan tersebut juga menyampaikan apa yang menjadi kelemahan di produk kemasannya. Demikian juga dengan kelemahan dan keunggulan produk lain.

“Kalau informasinya mengenai migrasi dari bahan baku kemasan, seharusnya dari pihak pengiklan juga harus menjelaskan migrasi yang terjadi pada bahan kemasan galon mereka. Jadi tidak boleh mengiklankan bahwa galon PET lebih bagus dari galon PC atau sebaliknya,” tegas Ema.

Baca Juga : 7 Hari Ke Depan Sangat Menentukan, Dino Patti Djalal Minta Doa

Ema menerangkan, iklan produk pangan itu, termasuk produk AMDK, harus disesuaikan dengan izin edarnya. “Pada saat dia menggunakan PET, di iklan dia juga harus bicara menggunakan PET. Jadi tidak boleh bicara mengenai produk lainnya, apalagi membanding-bandingkan dan mendiskreditkan produk lain,” pungkasnya. [SAR]